Hari ini aku mau sharing tentang pengalaman aku kemarin bikin paspor buat anakku. Fyi, anakku umur 2 tahun dan ini pertama kalinya dia bikin paspor. Untuk memperjelas jadi maksudnya ini bikin paspor baru dan bukan perpanjangan ya.
Jadi sepengetahuan aku, daftar untuk buat paspor udah ga bisa walk in lagi dan harus lewat aplikasi tersebut. Caranya mudah kok. Cukup download aplikasinya via Google Play Store atau Apple App Store, sign up, unggah data-data yang diperlukan (scroll ke bawah untuk dokumen-dokumen yang dibutuhkan), pilih kantor imigrasi dan jam kedatangan yang diinginkan, lakukan pembayaran dan tinggal datang di hari dan jam yang telah ditentukan.
Langkah Menggunakan Aplikasi M-PASPORProsedur Pembuatan Paspor Melalui Aplikasi M-PASPOR
Nanti outputnya akan ada 1 lembar halaman “Bukti Permohonan Paspor” yang harus di-print dan dibawa pas hari kedatangan ke kantor imigrasi.
Langkah kedua: Hari H Di Kantor Imigrasi
Setelah dapat slot dari pendaftaran di aplikasi, saranku datanglah 30-60 menit sebelum waktu yang ditentukan. Misalnya nih dapet slot di jam 08.00-11.00, datenglah antara jam 07.00-07.30 kalo mau cepet. Karena sistemnya harus daftar ulang dari pengambilan nomor antrian di lokasi. Oya, hal ini mungkin tergantung dari lokasi kantor imigrasinya juga kali ya. Kebetulan kalo aku di kantor imigrasi bandara Soekarno-Hatta.
Tempat Menunggu Nomor Antrian Pembuatan dan Perpanjangan PasporMenunggu dengan tertib dan taat prokes
Disini tempatnya outdoor dan kapasitasnya lumayan besar, tapi yang datang juga cukup banyak.
Sedikit cerita sebelumnya aku emang udah 3x bikin dan perpanjang paspor disini dan sebelum-sebelumnya itu jauh lebih cepat karena tidak banyak yang antri. Makanya tadi aku kepo nanya Pak Petugas ini ramai karena hari senin ataukah gimana. Ternyata kata pak Petugas memang tiap hari antriannya seperti ini. Aku juga sempat ngobrol sama Ibu-ibu yang dateng perpanjang pasport dari jam setengah 8 pagi dan tetep masih nunggu lama juga sih. Info dari beliau, di berbagai kantor imigrasi lain udah full dari aplikasinya sementara di kantor imigrasi yang di bandara itu slotnya masih banyak makanya pada kemari mau ngga mau, hehe. Kalo aku kemarin itu emang engga ngecek banyak kantor imigrasi karena mikirnya udah enak di bandara cepet.
Sebelum ambil nomor antrian, selain Bukti Permohonan Paspor, kita juga harus isi form gitu. Ada 2 form yang harus diisi yaitu form data diri orangtua dan form data diri anak. Diisi lengkap dan ditandatangan di atas materai 10.000.
Setelah itu kita tinggal nunggu nama dipanggil deh. Kebetulan pas aku kemarin itu kita datengnya agak terlambat karena macet di tol ada kecelakaan, jadi baru sampai jam 08.30. Itu kita nunggu 1,5 jam sampai nomor kita dipanggil (kita nunggu sekitar 35 nomor).
Ketika nama kita dipanggil, nanti dicek kelengkapan dokumennya dan kemudian bisa masuk ke ruangan lain untuk antri foto dan wawancara.
Langkah ketiga: Sesi Foto & Wawancara
Begitu selesai, kita bisa ambil nomor antrian untuk wawancara dan foto. Disini ruangannya indoor. Kali ini kita nunggu sekitar 1 jam untuk 38 nomor.
Begitu nomor kita dipanggil, kita masuk ke ruangan kaca. Disitu nanti dicek kembali kelengkapannya dan ditanya ada rencana kemana. Lalu anak difoto dan kita diminta cek hasilnya terlebih dahulu di komputer petugas. Kebetulan anakku cuma 1x foto karena udah ok sih menurutku, hehe.
Setelah foto, kita dapat selembar kertas yang adalah Bukti Proses Paspor dan diinfokan kalau nanti paspor anakku akan selesai dalam 5 hari kerja dan bisa diambil langsung dengan membawa beberapa dokumen. (Nanti dokumennya aku rangkumin di bawah).
Overall menurutku pelayanannya baik dan cukup cepat. Total waktu untuk buat passport baru untuk anak aku sekitar 3 jam. Itupun karena aku datengnya kesiangan ya. Makanya aku recommend untuk dateng pagian biar lebih cepet, hehe.
Nah ini aku rangkumin ya..
Syarat Pembuatan Paspor Anak dan DewasaInfo Syarat dan Pembuatan Paspor
Dokumen yang harus dibawa fisik: 1. Print daftar online untuk ambil nomor antrian di Kantor Imigrasi 2. Materai 10.000 (2 buah) 3. KTP kedua orangtua Karena aku dan suami dateng berdua, aku kurang tau ya apakah bisa kalo diwakilkan atau cuma salah satu ortu yang dateng. Yang pasti harus bawa KTP kedua orangtuanya lengkap. 4. Akte lahir anak (asli) 5. Akte nikah (asli) 6. Passport kedua orangtua (asli) 7. Kartu keluarga (asli) 8. Fotokopi ktp ayah ibu sama kia anak dalam 1 halaman 9. Fotokopi paspor ayah dan ibu dalam 1 halaman 10. Pulpen
Syarat Pengambilan Paspor
Dokumen yang harus dibawa untuk ambil paspor anak: 1. Akta lahir 2. Kartu Keluarga 3. Bukti bayar dan bukti proses paspor
Perhatikan juga untuk jam operasional Kantor Imigrasinya ya.
Jam Operasional Layanan Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta
Kalo mau tau status paspornya juga bisa WA ke nomor ini ya. (Walaupun sebenernya ada statusnya juga di aplikasi.
Informasi dan Pengaduan Kanim Soetta
Tentang baju, dari dulu aku selalu cari baju warna putih ya kalo mau foto berbagai dokumen. Tapi pas kemarin liat yang datang pada pake baju warna warni kok, jadi sepertinya engga masalah ya. (Anyway, ini untuk passport ya. Kalo untuk visa harus dicek lebih teliti karena biasanya ada minta background warna tertentu dan suka beda tergantung negara yang mau dikunjungi). Tapi untuk dateng ke kantor imigrasi ada tata cara berpakaiannya juga ya.
Tata Tertib Berpakaian ke Kantor Imigrasi
Oya, tentang biayanya kalo buat paspor biasa Rp. 350.000,00 dan untuk buat e-passport biayanya Rp. 650.000,00.
Biaya Pembuatan Paspor 2022
Oke deh sekian sharing pengalaman aku bikin paspor baru buat anak. Semoga pengalamannya membantu yaa 🙂
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Hello! Kali ini aku mau sharing tentang satu komunitas yang sering ditanyain sama temen-temen Mom karena ada di bio profile Instagram aku ya. Yess, namanya MAMS By Traveloka Xperience.
Instagram @CynthiaKwesnady
Apa itu MAMS? MAMS itu sebenernya singkatan dari Mama Anak Makin Seru yang juga jadi salah satu tagline komunitas ini. Sesuai namanya, member komunitas MAMS ini khusus ibu-ibu aja. Komunitas ini juga bukan sembarang komunitas karena sebenernya berada di bawah naungan Traveloka Group.
Terus, keuntungan jadi member MAMS by Traveloka apa aja? Wah, banyaak! Jujurnya aku tuh ada ikut beberapa komunitas, tapi cuma di MAMS By Traveloka Xperience, benefitnya tuh menyeluruh. Maksudnya, bisa dinikmati engga cuma buat aku, tapi juga buat keluargaku gitu. Biarpun baru join sebagai member MAMS selama 1 tahun, tapi komunitas ini aku liat emang aktif dan fast growing banget.
MAMS – Mama Anak Makin Seru
Nah ini dia benefit jadi member MAMS By Traveloka Xperience:
Circle baru yang minatnya sama Disini ketemu banyak ibu-ibu yang jago multitasking (nyambi kerja – urus rumah – bikin konten, etc) dan promo hunter jadi kalo ngomong nyambung karena kesukaannya sama-sama cari tempat makanan atau jajanan, berburu tempat staycation dengan harga yang epic, dan berbagai aktivitas seru lainnya dari Traveloka Xperience.
Jadi yang pertama cobain berbagai pengalaman seru dan fitur baru di Traveloka Xperience Privilege lainnya, kita bisa tau lebih dulu berbagai info terbaru dari Traveloka Xperience dan bahkan dilibatkan dalam promo campaign mereka. Jadi nambah pengalaman yang pastinya seru banget!
Kesempatan ikut berbagai kegiatan seru yang diselenggarakan Traveloka Xperience Karena didukung sama Traveloka, kegiatan-kegiatan yang ada juga engga nanggung-nanggung. Yang paling sering ada giveaway berhadiah gift voucher Traveloka yang nominalnya lumayan banget! Tapi ngga cuma itu aja, baru-baru ini bahkan ada giveaway berhadiah beauty treatment di gerai beauty salon terkemuka yang kerjasama dengan Traveloka Xperience. Pernah juga meet up seru sambil nemenin anak main di playground kece for free!
Free Zoom Class & Kulwap Komunitas MAMS By Traveloka Xperience ini juga sering ngadain zoom class atau kulwap yang materinya bener-bener “daging” alias berisi dan sesuai kebutuhan para wanita, terutama buat member MAMS.
Referral Program Ketika tergabung sebagai member MAMS, kita juga punya kode referral khusus yang bisa kita share ke keluarga, teman, ataupun kerabat kita yang bisa dipakai ketika ada promo tertentu. Nantinya setiap kode referral kita yang terpakai akan dihitung oleh sistem dan tentunya semakin banyak kode referral kita yang terpakai, kita akan berkesempatan lebih besar lagi untuk dapat berbagai hadiah.
Main Seru di Grand Opening Kids Playground Edokko Pluit Bareng Komunitas MAMS
Sedikitnya itulah 5 point utama keuntungan yang aku rasain ketika join komunitas MAMS ini.
Nah, abis ini aku tahu pasti pada ga sabar mau nanya aku gimana cara joinnya kan? Hehe.. Soalnya emang lumayan juga yang suka nanyain gimana caranya bisa gabung di MAMS ini. Oke, aku spill disini ya biar lengkap.
Cara jadi member Komunitas MAMS By Traveloka Xperience Pertama-tama, aku sarankan untuk follow akun Instagram @Traveloka dan @TravelokaXperience dulu karena disitu biasanya banyak info menarik, termasuk info pendaftaran komunitas MAMS Batch terbaru.
Nanti kalau udah buka pendaftaran, kita cuma diminta untuk isi form dan tunggu pengumuman hasil seleksi deh. Kalo sesuai kriteria yang dicari, nanti kita akan dapat email dan undangan masuk ke group WhatsApp member MAMS sesuai domisili.
Psssttt, bocoran aja nih. Dalam waktu dekat komunitas MAMS akan buka pendaftaran untuk Batch 5 yang nantinya akan diseleksi oleh team Traveloka. Oya, program ini bener-bener bebas biaya alias free ya.
Persyaratan dan cara daftarnya juga gampang kok! Nantikan tanggal resminya ya. Boleh juga follow akun IG aku di @cynthiakwesnady karena pasti nanti aku akan info disana juga 🙂
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Setelah banyak pertimbangan seperti yang aku ceritain di post sebelumnya, aku dan suami memutuskan untuk masukin anak ke daycare. Aku recap sedikit, ini karena anakku jarang banget interaksi sama orang diluar aku dan suami. Selain itu, aku juga kepikiran karena anakku belum banyak keluar kata-kata meski udah banyak distimulasi di rumah. Alasan lainnya, aku juga pengen me time dan quality time sama suami, hehehe. Kapan lagi kan weekdays bisa pacaran lagi, makan tenang tanpa rusuh nyuapin anak 🙂 Alasan lainnya kenapa sekarang baru nyari karena pas lagi butuh buat jaga anakku meanwhile aku dan suami set up business baru kita. So we give it a try!
Why daycare and no nanny?
Nah ini pasti banyak ditanyain deh yaaa. First of all, aku engga suka ada orang asing di rumah. Emang dari dulu di keluargaku juga gaada pembantu dalem jadi emang ga terbiasa. Kalopun sempet ada biasanya cuma mbak cuci gosok yang setengah hari pulang gitu. Kedua, aku udah kenyang denger cerita drama Nanny dan ART yang pulkam terus ga balik, atau pinjam uang, atau parahnya nyolong dan yang pualing parah mukulin anak! Yah emang ngga bisa digeneralisir, tapi jujur deh, emang seberapa besar chance kita dapetin pembantu yang super ideal? I think not much! Dan aku juga butuh cepet jadi ngga ada waktu deh nyari-nyari, nunggu PCR karantina, dan ngajarin ina itunya juga. Alasan ketiga, aku butuh tangan professional karena kalo cuma “nemenin”, “nyuapin”, “gantiin popok” itu sih aku juga bisa. Yang aku butuh juga dari sisi edukasinya supaya anakku terstimulasi optimal. Plus ada interaksi sama orang lain dan anak sebayanya. Dari alesan ini aja udah jelas ya opsi nanny uda dicoret banget hehehe
Pas tanggal 19-20 November akhirnya aku cobain free trial class di salah satu lembaga daycare dan preschool. Lokasinya emang sengaja cari yang di Gading Serpong. Pas diserahterima ke Miss-nya, anakku nangis sedih. Tapi karena udah tau dan paham lumrah pasti begitu, aku dan suami cepet-cepet deh pergi. Ngga ada faedahnya lama-lama pas saying goodbye itu karena nanti anak jadi makin lama adaptasinya.
Selama hari pacaran pertama itu, ENJOY BANGET nyiapin bisnis yang mau buka dan quality time bareng. Serius sampe mikir, wah tau gitu dari dulu ya. Hahaha. Cuman kan emang covidnya baru agak membaik sekarang dan pas juga milestone anakku lagi butuh makanya sekarang pun juga udah momentum yang pas banget.
Dikirimin foto-foto juga dari daycare. Anakku masih ada sembabnya gitu di foto, masih belum main juga sama anak-anak lain. But it’s okay! Masih wajar banget karena ini first time buat dia kan. Jadi di daycare ini juga dikasih report harian gitu makan apa aja, activity apa aja, tidur jam berapa sampe ganti popok jam berapa. Hampir-hampir ada 1 Miss yang dedicated buat 1 anak sih sepenglihatan aku.
Pas dijemput anakku langsung happy lagi sih. Trus di jalan kayak recall activity yang dia lakuin gitu sambil cerita. Ngoceh-ngoceh dan juga nendang-nendang kakinya, hehe.
Hari kedua, berlangsung sama. Anakku tetep nangis pas serahterima. Tapi kali ini nangisnya lebih cepet berhenti dibanding hari pertama. Pas main di foto udah keliatan senyum lho. Yang lebih ngagetin pas pulang juga udah senyum dan dadah-dadah sama Miss-nya. Kalo aku tanya di rumah sih, anaknya bilang mau main sama Miss lagi kapan-kapan. Gapake lama aku deal sama daycare itu deh malemnya.
ujur ya pengalaman cari daycare itu juga ga gampang. Apalagi cuma dari chat dan sosmed ya. Gatau kenapa kalo sama daycare yang ini lenih gampang nrimonya karena Miss-nya asik, fast response, terus detail dengan reportnya, dan ada info apa juga dibilangin.
kemarin itu pas trial sempet ada anak yang lagi flu sebenernya. Cuma karena aku udah set kerjaan di hari trial, aku udah ga bisa ubah jadwal lagi dan tetep masukin anakku ke daycare. Sampai hari Minggu sih sehat sebenernya. Lalu senin malam mulai flu deh. Tapi ga bisa dibilang salah daycare juga karena kan emang udah diinfo di awal dan aku juga ud selalu kasih imunped ke anakku tiap hari. Plus lagi emang dari kamis sampe minggu itu jadwal aku dan keluarga lagi padat banget makanya bisa jadi juga karena kecapekan dan ketular dari orang lain juga, bukan dari daycare.
So far pengalamanku masih sangat positif sih tentang daycare. Emang sekarang ini belum kesana lagi karena mau fokus pemulihan anak dulu supaya engga nularin orang lain atau amit-amit dapet virus lainnya mengingat badan masih belum fit. Nanti kapan-kapan aku update lagi ya soal daycare. Di next post aku mau cerita soal pengalaman pertama anak flu. See you! 🙂
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Dulu banget, pas hamil, aku sempet ngomong ke misua kalo abis lahiran pingin sulam alis. Gatau tiba-tiba kepikiran aja gitu supaya engga perlu gambar alis lagi dan bangun-bangun udah rapi. Ga perlu ada PR threading tiap bulan juga, karena dasarnya aku tuh ga bisa gambar alis bagus dan males cukurin atau cabutin. Tapi karena pandemi yang ga kelar-kelar ketunda lamaaa banget sampe sekarang.
Tiba-tiba di bulan Agustus, ada keinginan genit yang menggebu supaya bisa dapetin alis paripurna. Actually, tiap liat alisnya Ik Jun di Hospital Playlist selalu sukaaa banget sama bentuk alisnya. Hahahaha, receh. Jadi ya long short story setelah minta rekomendasi beberapa tempat sulam alis dari temen-temen di IG, aku akhirnya buat appointment sama salah satu klinik di daerah Pesanggrahan, Jakarta Barat. Ingat ya, jangan asal tergiur sama harga murah karena alis itu puenting buanget!! Bisa sangat mempengaruhi bentuk muka kita lho! Biasanya ada harga ada rupa. Dari yang aku amati selama proses pencarian klinik ini juga, makin ahli dan terkenal si brow artis (pesulam), makin cepet juga kerjanya dan makin canggih tekniknya. Pokoknya harus banget liatin semua portfolio alis-alis yang pernah dibuat sama dia.
First thing first, kamu harus tau alis kayak apa yang kamu mau. Di klinik ini, ada 5 tipe sulam alis. Tiap klinik beda-beda, btw. Saranku kamu harus juga do your own research tentang teknik sulam alisnya, karena biar kamu paham dan engga nyesel juga nantinya. Tipe sulam alis paling standard yang kayak kekoreaan natural gitu adalah microblading, umumnya ada ya di semua klinik. Setelah meragu hampir seminggu, aku mutusin buat milih tipe yang micropowder which is ada sedikit pulasan di bagian ekor alisnya gitu. Pemikiran aku adalah sehari-hari engga too much tapi kalo dibawa ke pesta engga perlu repot-repot touch up yang banyak karena ga ahli, hihihi.
Hari H Jadi aku udah dateng 15 menit sebelum appointment. Pas dateng disuruh pakai APD dan tunggu sebentar. Ngga lama mbaknya izin buat pakein cream anestesi gitu yang diolesin di alis aku. Pakeinnya cukup tebal. Higienis ya karena pake cotton bud. Terus ditutup pake cling wrap gitu seukuran alis. Kurang lebih 20-30 menitan lah ya anestesinya. Terus aku langsung dibawa ke lantai 2 dan tiduran di bed yang udah dilapis bed sheet.
Aku jelasin sama brow artistnya tipe alis yang aku mau berdasarkan referensi alis-alis yang pernah dia buat dan dia bilang oke plus juga dia akan bantu sesuaikan sama bentuk muka aku. Yang dilakuin pertama kali adalah dia gambar dulu alisnya. Abis itu aku dikasih kaca buat liat udah oke atau belum. Kalau udah oke, alis asli aku dicukurin dan dia mulai kerja deh.
Rasanya sakit ngga? Pasti ini pertanyaan utama yang ditanyain banyak orang. Menurutku sih cekit-cekitnya miniiim banget. Di tengah pengerjaan juga masih dipakein cream anestesi lagi sih. Hampir-hampir engga berasa, tapi inget ya pain tolerance orang kan beda-beda. Kurang lebih sekitar 40 menit aja udah selesai. Akupun kaget karena kata adminnya bisa 2-3 jam. Pas jadi emang agak tebal, tapi memang harus tunggu peel off ya baru bisa keliatan hasilnya seperti apa.
Pantangan Selama 5-7 hari alisnya ini akan mengelupas. Siklusnya hari 2 dan 3 akan makin menebal, Hari keempat dan kelima akan terasa gatal. Ini momen krusial yang dibilangin sama semua brow artist untuk tidak ngorek-ngorek biar hasil sulamnya bisa sempurna. Kita juga harus olesin cream supaya alisnya bisa segera peel off. Creamnya uda include free dari klinik. Selama alis belum peel off sempurna juga, alis ini engga boleh kena air sama sekali ya. Jadi bener-bener cuci muka dan keramasnya harus hati-hati. Kalo aku pas kena air, langsung aja cepet-cepet di lap.
Jadi gimana hasilnya? Ini foto alis aku dari hari ke hari:
Overall, seminggu bener-bener ngelotok sempurna. Sebisa mungkin emang aku engga pegang-pegang alisku dan jagain supaya ngga kena air. Makin lama alisnya keliatan makin natural. Aku sih ngerasanya tintanya masuk 90% jadi bingung ntar kalo diretouch harus diretouch apanya lagi, hehe. Tapi karena udah bayar, aku akan tetep dateng sih nanti pas retouch 🙂
Karena pilihan aku tipe sulaman yang micropowder, sometimes ngerasa agak ketebalan sedikit karena sehari-hari liatnya di rumah ya. Tapi kalo di luaran on point banget sih, sesuai ekspektasi aku ngga perlu pakai pensil alis atau apa-apa lagi udah on point dan bisa bilang “I wake up like this”, ahahhaha.
Jadi kesimpulannya aku bisa bilang sulam alis one of the best investment I’ve made in 2021 sih. Seriusan sebagus itu dan engga sakit. Dunno why kenapa baru lakukan ini sekarang, hehehe. Buat yang mau sulam alis, semoga tulisan aku membantu kalian memfilter tempat pilih sulam alis yaa 🙂
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Ngomongin klinik tumbuh kembang sebenernya udah lama banget mau bawa Ucil kesini. Dari Ucil usia 9 bulan aku udah daftarin die ke klinik tumbang terkenal di daerah Pluit. Turns out usia 11 bulan hampir dapet giliran tapi online screening. Karena ngerasa kalo offline screening kurang puas dan takut bias, aku tetep antri di jalur on site screening. Too bad, sampe Ucil usia sekarang di 16 bulan, masih tetep full slot!
Kenapa ngga cari klinik lain? Bukannya ngga nyari ya, tapi pas udah kontek dan lagi coba nanya-nanya semua adminnya lemot mampus. Coba ke klinik tumbuh kembang ASA dijawabinnya ga nyambung. Kesel dan darting banget lah. Apalagi klinik tumbang lalita di alsut tuh. Super bad review lah coba kesana. Aku sih highly not recommend any moms ke sana! Adminnya lemot, dokternya belagu, ubah jadwal di H- berapa jam karena alasan pribadi, dan manajemennya semua ngga mau disalahin. Jijaayy~ Jauh-jauh deh dari klinik kayak gitu, kayaknya tumbangnya pada ga mateng semua itu hihihi
Singkat cerita dapet review ok dari klinik My JCDC. Ngga pake lama langsung daftar. Turns out 2 mingguan bisa langsung dapet giliran. Boleh milih pula mau sama psikolog siapa. Pembayaran juga transparant. Bener-bener mulus dan minim drama. Oya, aku pilih yang onsite screening ya karena ngerasa bakalan lebih puas aja gitu kalo bisa ngomongin anak sama psikolognya face to face. Terlebih liat di IG juga prokesnya oke, jadi tambah yakin aja. Kalo udah daftar ada biaya admin 50rb dan harus isi form screening yang super detail dan cukup banyak ya lembar-lembarnya. Kira-kira boleh lah sediain waktu 1 jam untuk isi form ini. Form ini harus udah dikirim balik ke admin sebelum dateng ke sesi ya.
Akhirnya di tanggal yang ditentukan, kita dateng ke alamat Klinik My JCDC.
Klinik My JCDC Alamat: 1, Jl. Raya Klp. Dua No.5, RT.1/RW.8, Kelapa Dua, Kebonjeruk, West Jakarta City, Jakarta 11550 Telepon: 0878-0877-8770
Note: alamatnya sesuai gmaps, tapi karena plangnya gaada mungkin agak bingung. Apalagi parkirannya terbatas banget dan pas aku dateng sih penuh ya. Patokannya ruko-ruko modern di seberang Indomaret. Ada plang gambar Panda yang isinya coffee shop itu, ternyata nyatu sama kliniknya.
First impressions-nya, dari staff satpam, cleaning service ramaaahh banget. Disapa dengan riang dan ditawarin main melulu si Ucil, hahaha. Aku bikin janji sama Miss Anasstasia Satrio karena beliau ada sertifikat play therapy juga, jadi kayak emang yang aku mau gitu.
Kita dibawa ke 1 ruangan full karpet yang banyak mainan perosotan, ayunan, dan lain-lain gitu. Terus selama sesi, kita juga direkam. Sesinya cuma ngobrol-ngobrol kasual karena udah ada pegangan data kita juga dari form yang harus diiisi sebelumnya. Tapi dari hasil pengamatannya Miss Anas, banyak banget sih dapet insight harus gimana lagi untuk stimulasi Ucil. Thank God juga setelah sesi dibilang sama Miss Anas kalo Ucil udah oke banget kok tumbuh kembangnya, kita juga dikasih tips biar ledakan bahasanya makin banyak sebelum 2 tahun. Miss Anas ngga nyaranin terapi karena dirasa ga perlu. Dipuji juga sama Miss Anas karena dari ngobrol-ngobrol dibilang kalo stimulasinya udah mantep. Yeeyy ngga percuma deh rubrik #VascoPlayTime di IG 🙂
Durasi sesi 1 jam dan itu cukup banget sih! Saranku kita dari rumah udah siapin list pertanyaan juga karena disana banyaaakk banget yang mau ditanyain. Apalagi Miss Anas juga banyak kasih info, arahan, dan contoh yang bisa dipraktikkin pas membersamai anak main.
Overall, aku rekomen banget dateng ke klinik tumbang My JCDC ini dan sama Miss Anas juga. Kalo ada yang butuh info lebih lanjut terkait sesi screening aku ini bisa DM IG aja ya.. 🙂
You never really get over the loss, but you learn to live with it. Until we meet again, Ma!
Hampir sebulan berlalu sejak mamaku meninggal. Kali ini aku mau sharing tentang serba serbi pemakaman and so on. Buat kalian yang butuh info lebih lanjut bisa kontak aku di DM Instagram ya. Kalo pas aku buka IG, pasti aku balas.
Cerita sedikit, mamaku meninggal agak dadakan kalo boleh aku bilang. Backgroundnya emang udah sekitar dua mingguan, mama bilang suka pusing dan mual. Udah 2x visit ke dokter tatap muka dan 2x telemedicine ke dokter spesialis dan minum semua obat yang diresepin tapi tetep baik terus kambuh lagi gitu. Jadinya ngga nafsu makan dan seringnya tiduran aja di rumah. Untungnya koko sama adeku juga lagi WFH. Pas tanggal 27 malemnya aku masih teleponan sama mama dan aku ajakin dia tinggal dirumahku biar bisa aku siapin makanan disini. Siapa tau kan lebih nafsu makan. Tapi mama gamau. Siapa sangka tanggal 28 pagi dapet kabar kalo mama stroke, bagian tubuh sebelah kanannya udah ngga bisa digerakin. Mama emang punya riwayat darah tinggi, tapi rutin minum obat dan dari kemarin-kemarin kontrol ke dokter juga ngga ada omongan mengarah ke stroke ini. Jadi pasti kaget banget lah ya. Long short story, kondisi mama cukup parah karena udah terjadi kerusakan otak yang lumayan. Yang pasti udah lewat golden hour. Tuhan baik ngga biarin mama kesakitan lama-lama. Tanggal 31 Agustus pagi, mama pun berpulang dikelilingin lengkap sama semua anaknya yang udah pamitan juga.
Meskipun masih berduka, tapi semua harus gerak cepet untuk siapin ini itu karena ada banyaaakk yang harus disiapin. Nah, aku udah sempet telepon Rumah Duka Heaven H-1 sebelum mama meninggal untuk cari tau kontak PIC-nya mengingat kondisi mama yang makin memburuk dan kita udah diwanti-wanti untuk prepare for the worst. PIC yang pertama kali aku kontak namanya Pak Puji, tapi karena pas hari H yang in charge Pak Ara jadi aku full tektokan sama Pak Ara aja.
Selain Rumah Duka Heaven, aku cuma sempat telepon Rumah Duka Jabar Agung Jelambar. Info yang aku dapet disana juga ngga terima pasien covid. Harga ruangan IDR 8.000.000,- aja tapi semuamua harus urus dan cari sendiri. Karena mikirnya nanti lebih bingung lagi untuk cari peti dll-nya, jadi aku ngga prefer disana.
Aku emang ngga kontak banyak rumah duka karena cuma Heaven yang langsung kepikiran. Jujurnya aku cuma pernah ke beberapa rumah duka juga sih dan dari situ yang menurutku lokasinya oke dan tempatnya cukup bersih ya si Heaven ini.
Rumah Duka Heaven Pluit Atmajaya Sumber: Google
RUMAH DUKA HEAVEN PLUIT ATMAJAYA Ini aku lampirin semua detail yang kemarin itu aku terima:
Harga paket kedukaan Heaven:
Waktu itu paket yang ada cuma yang Gold-Gold dan Platinum karena peti yang lain habis katanya.
Btw, kalo diliat di paket sebenernya kan mirip-mirip. Yang ngebedain itu petinya aja. Jadi kalo paket yang Bronze, Silver, Gold petinya yang standard banget warna cokelat infonya. Nah kalo tipe peti yang Gold-Gold udah beda. Ini aku attach juga gambarnya. Ya emang bagus sih petinya.
Peti paket Gold-Gold
Kalo yang paket Platinum beda lagi. Ini gambar petinya.
Peti paket Platinum, bisa request gambar perjamuannya
Semua harga ini yang belum termasuk itu ada formalin (Rp 2.250.000,-) dan bunga. Udah termasuk juga ambulance yang jemput dari RS ke rumah duka dan dari rumah duka ke TPU. TAPI BANYAK NAMBAH UANG TIPSNYA. HAHAHA. Ini seru nanti diceritain di bawah ya.
nomor kontak PIC: Pak Ara +62 813-1853-9298
Nah buat yang belum tau Rumah Duka Heaven ini ada juga yang barunya. Namanya Rumah Duka Grand Heaven. Kalo Grand Heaven aku belum pernah kesana. Jadi ngga tau dalemnya kayak gimana. Yang pasti lokasinya di seberang si Rumah Duka Heaven ini. Jangan salah ya karena suka pada keblinger.
Alamat Rumah Duka Heaven Pluit Atmajaya:
LIST KEPERLUAN DI RUMAH DUKA Aku juga mau sertakan list yang perlu disiapkan dalam pemakaman sederhana ya versi aku. Aku tau pusing banget ngurusin ini pas lagi berduka. Jadi semoga summary aku bisa bantu buat yang lagi butuh info ini. Feel free to hit me up on my DM Instagram if you need more info. Kalau aku pas buka IG dan bisa balas, I would love to reply your message!
List yg dibutuhkan utk persiapan pemakaman: 1. Ruang duka 2. Peti 3. Kaos Putih 4. Minuman gelas 5. Snack untuk tamu (seperti kuaci, permen, roti) 6. Piring plastik untuk snack 7. Bunga tabur 8. Foto dan frame 9. Karangan bunga 10. Lilin 11. Minyak wangi 12. Barang-barang yang mau dimasukkin ke dalam peti (biasanya kesayangan alm. atau barang-barang tiap anggota keluarga yang mau disertakan dalam peti) 13. Amplop putih 14. Pulpen 15. Buku tamu 16. Infokan semua kerabat dan keluarga 17. Broadcast message 18. Dokumentasi 19. Kontak gereja untuk ibadah tutup peti 20. TPU
Optional: penjaga lilin
Note penting: karena lagi pandemi, tamu-tamu ngga bakalan banyak dan diusahakan sih emang begitu ya. Kebanyakan yang dateng keluarga aja dari yang aku liat selama di RD Heaven. Penting juga buat keluarga inti untuk konsumsi vitamin, makan, dan istirahat mengingat lagi di pandemi gini.
Ruangan Nephrite lantai 3 RD Heaven PluitAda ruangan juga di belakang + kamar mandi dalam. Cukup luas sih.
TEMPLATE BROADCAST MESSAGE REST IN PEACE
🕊 REST IN PEACE 🕊 Telah berpulang ke rumah Bapa di Sorga, pada hari (hari dan tanggal) pukul (jam) WIB: *(nama almarhum)*
Istri tercinta dari (nama suami); Ibunda terkasih dari (nama anak-anak);
Jenazah disemayamkan di *Rumah Duka Heaven Atmajaya Pluit (Jakarta Utara) Ruang Nephrite Lantai 3.* dan akan dimakamkan di (nama TPU) pada (hari, tanggal, dan jam).
Kami sebagai keluarga mengucapkan permohonan maaf atas nama Almarhumah apabila semasa hidupnya ada perbuatan ataupun kata-kata yang kurang berkenan. Mohon doanya semoga Almarhumah dapat diterima dengan baik di sisi-Nya. Amin.
2 Tim 4 : 7-8 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan.”
REVIEW RUMAH DUKA HEAVEN PLUIT ATMAJAYA
Situasinya waktu itu, 3 jaman setelah mamaku meninggal, aku itu masih nunggu surat kematian dari RS sebelum bisa dibawa ke ruang jenazah. Tapi Pak Ara tetep kirim ambulance-nya duluan karena katanya lebih baik dia yang nunggu daripada kita yang nunggu. Bagian ini emang aku suka sih, gercep gitu. Pak Ara-nya juga ikut di dalam ambulance jadi ketemu pas di RS. Urusan dokumen-dokumen juga ngga ada yang dipersulit semua.
Dokumen yang dibutuhkan oleh pihak Rumah Duka Heaven: – Riwayat penyakit / resume medis dari RS – Surat Kematian dari RS – Hasil PCR – KTP Almarhum – KTP penanggung jawab (bisa suami, bisa anak, pokoknya yang kontekan sama pihak RD-nya)
Pas hari pertama itu begitu sampai di kantor rumah duka aku saranin ada 2-3 orang yang ikut dengerin penjelasan Pak Ara karena ada banyak info yang disampein terkait tata tertib dan aturan atau info mengenai detil paketnya. Plus banyak tanda tangan juga. Kalo makin banyak yang denger maksudnya bisa segera ambil keputusan dan biar sama-sama saling ngingetin juga jadi ngga bolak balik nanya. Karena lagi berduka, otak masih suka blank jadi much better banget kalo ada orang lain yang bantu ikut ngedengerin penjelasan Pak Ara-nya.
Tadinya aku dan keluarga udah sepakat mau ambil paket yang Gold-Gold, tapi karena kedua TPU yang kerjasama sama RD Heaven udah Full dan ada yang lokasinya kita ga sreg serta lahan makam yang tumpang, jadi akhirnya aku ambil lepasan dan bukan paket. TPU yang kerjasama sama RD Heaven itu cuma 2 ya yaitu di TPU Tegal Alur Daan Mogot dan TPU Pondok Ranggon Cibubur.
Dari harga ala carte itu, berikut rinciannya: 1. Peti Rp 29.800.000,- 2. Formalin Rp 2.250.000,- 3. Make up Rp 1.000.000,- (baju milik pribadi) 4. Cetak foto dan frame Rp 250.000,- (bisa cetak sendiri, tapi aku pilih sekalian aja dicetakin Heaven) 5. Bunga tabur Rp 300.000,- (ini juga bisa beli diluaran, tapi biar simple aku beli di Heaven aja. Kondisi bunga fresh dan banyaaaakkkk ya) TOTAL RD HEAVEN (ala carte) = Rp 33.600.000,-
Dari ala carte ini udah include: – Pulpen dan spidol – Bunga tangan alm. – Buku tamu – 5 dus gelas – Parkir gratis untuk 2 mobil (urusnya langsung di hari H ya! Bawa karcis parkir dan STNK mobil ke kantor manajemen) – Per harinya dapat voucher @50k yang bisa dijajanin di kantin TPU. Lumayan lhooo ini bisa buat beli nasi goreng, mie goreng, dll – Minyak wangi 2 botol – Bubur dan kopi di malam kembang – Bangku dan meja (ada sih 50an kursi kayaknya) – Ambulans dari RS ke RD dan dari RD ke TPU (selama masih di Jakarta) – Konvoi polisi sampai gerbang tol Notes penting: Kalo TPU-nya di luar rekanan RD Heaven, kan kita harus cari sendiri. Nah kalo TPU nya di Jakarta ruangan dapet gratis. Tapi kalau TPU nya di luar jakarta atau tempat pemakamannya swasta atau lokasi di Karawang, ruangan dicharge 1,5 juta per tanggal.
Model karangan bunga yang aku pilih 🙂
TAMBAHAN PENGELUARAN – Uang bapak penjaga lilin @200rb/malam Tradisinya selama mama di rumah duka, kan biasa ada yang nungguin biar lilinnya ngga padam semalaman. Nah karena keluarga aku teparr banget, dan lagi pandemi juga, jadi hire orang dari Heaven untuk bantuin ini. Dan emang udah lumrah ya. Ngga pandemi pun juga orang-orang ada pakai jasa bapak penjaga lilin ini. Oya bapak ini juga bantuin buat atur tata layout bangku dan meja pas ibadah tutup peti, juga bantu standby nyambut tamu, dll deh kalo kita butuh karena dia standby terus di depan ruangan kita. Cara buat request bapak penjaga lilin ini tinggal request aja ke pihak RD. – Karangan bunga Ini variatif banget harganya tergantung model dan bunganya seberapa banyak. Bahkan ada juga yang sampe mewaaaahh banget seruangan dikarpetin gitu. Note: Dari RD Heaven gamau tukang bunganya baru rangkai di ruangan, jadi maunya udah jadi dari workshop dan di ruangan tinggal dirangkai aja gitu ya. – Konsumsi ibadah dan persembahan kasih – TIPS Nah ini yang paling bikin males sih dari semuanya. Udah orang lagi berduka semuaaaaa minta duit. Jadi dari tukang gotong peti, tukang beberes, sampe polisi yang konvoi bentaran doang buat sampe gerbang tol itu semua minta duit. Mintanya udah kayak nodong lho, udah ga sungkan lagi hahahaha konyol banget. “Maaf bu, nanti kan tugas saya anter rombongan sampai gerbang pintu tol aja, jadi nanti ga ketemu lagi. Kalo ibu mau kasih uang terima kasihnya sekarang gapapa bu.” Najis kan? hahaha! Itu padahal di tiap kaca juga ada tulisan NO TIPPING, tapi males banget lah mau lapor-lapor segala. Emangnya ownernya kaga tau apa semua pegawainya ngemis-ngemis tip ke semua tamu? Kan pasti tau cuma dibiarin ajeee. Kalo ditanya nama ya bingung juga wong semua minta huahaha. Yang gotong peti aja nungguin di depan pintu abis gotong peti ga pergi-pergi sampe dikasih. Padahal emang kita tuh sekeluarga hectic banget kan pas ada acara ibadah dan siap-siap mau ke TPU, masihh aja diribetin sama minta duit. Hadehh. Oya, dari pengalaman aku sebenernya konvoi vooriijder ini ga penting-penting amat lho karena berangkatnya pas siang gitu jam 10an ga macet dan iring-iringannya juga engga banyak, jadi butuh ngga butuh sih sebenernya.
Tentang ruangannya, seperti gambar yang aku attach diatas, jadi emang udah include ruangan dalam dan kamar mandi gitu ya. Tapi pas kemarin aku jaga disana sih, sempet nemu 1 kecoak dan aku kontak ke Pak Ara untuk minta cleaning service bersihin. Cepet kok mbak cleaningnya bersihin. Nah ini sifatnya juga mirip hotel, bisa minta panggil cleaning service kalo butuh apa-apa. Tiap hari aku minta dibersihin juga. Kalo AC-nya dingin, ada showcase juga jadi bisa taruh minuman kalo mau dingin. Karena pandemi gini tiap hari ruangan juga ada penyemprotan dari pihak Heaven-nya. Gratis. Tipe semprotannya ini juga yang udah aman sih katanya, jadi gapapa kena makanan dan kita-kita ngga perlu keluar ruangan lama gitu baru masuk.
Sekalian disini aku juga mau infokan cara urus blok makam di TPU: 1. Lebih baik kalau cari kontak orangnya dulu biar ngga dateng sia-sia, bisa tanya dulu apa masih ada lahan karena sejak pandemi banyak makam yang tersedia cuma yang tumpang alias ditindih gitu. 2. Dateng sendiri ke TPU-nya. Penting buat liat lokasinya (apakah banjir, rawan digusur, akses kesana sulit atau tidak, lokasi makamnya di bawah banget atau engga, dll)
Kalau urus TPU sendiri, biaya-biaya yang ada adalah: – Biaya gali kubur Rp. 900.000,- dibayarkan pada saat hari penguburan – Tip gali kubur Rp 100.000,- gatau dah ini kenapa harus dimintain tip lagi yaolohh – Biaya nisan dan perawatan makam Rp. 2.000.000,- dibayarkan ke perawat makam H+7 – Biaya IPTM dibayarkan ke kelurahan per 3 tahun
Note: Dari sepengamatan aku sih, kalo misal urus sendiri lebih murah 500rb. Karena denger-denger dari Pak Ara, kalo 1 blok makam itu kalo dibantuin pihak RD hitungannya 3,5juta standard di Jakarta. Belum include tip, biaya nisan, dan perawatan makamnya juga. Gatau deh ya udah include biaya gali kubur atau belum. Karena emang semua kerja based on tip banget sih disini, jadi bener-bener harus tanyain harganya di awal soalnya mereka kayak yang enggan transparan di depan gitu lho. Demi kebaikan bersama better ditanyakan di awal yang jelasss dan kalau bisa via text biar ada bukti.
TENTANG TPU
Di hari pemakaman, setelah beres sama tukang gali dll, sekalian minta surat keterangan sama TPU buat urus IPTM (Izin Pemakaian Tanah Makam).
Dokumen yang dibutuhkan di TPU: 1. Surat keterangan kematian dari rumah sakit 2. Surat keterangan kematian dari RT, RW, dan kelurahan 3. Kartu Keluarga yang tercantum nama Almarhum 4. Fotokopi KTP Almarhum 5. Fotokopi KTP Ahli waris (semua dibawa 2 rangkap) Nanti outputnya kita dapet surat pengantar dari TPU untuk diurus IPTM-nya di kelurahan.
Alur urus IPTM: 1. Tunggu akte kematian kelurahan jadi 2. Balik ke TPU bawa dokumen yg diperluin 3. Dapet surat pengantar dari TPU 4. Ke kelurahan urus IPTM dan bayar di bank DKI 5. IPTM jadi, ditulis masa berlaku sampai tanggal berapa. Nanti untuk perpanjangan urus lagi ke TPU dengan prosedur yang sama
Cara urus perpanjangan IPTM: 1. Datang ke TPU bawa IPTM asli 2. Minta surat pengantar dari TPU 3. Urus ke kelurahan untuk perpanjang dan bayar lagi disana
Nah itu semua info yang bisa aku rangkum dari prosesi kemarin.
Mungkin ini salah satu post yang paling lama aku tulis dan lama ngedeprok di draft karena jujur buat aku nulisin ini semua cukup menguras emosi ya karena keingetan mamaku lagi yang… sadly gabisa aku temuin lagi.
Post ini baru selesai aku tulis tanggal 7 September 2021 meskipun tiap hari aku nambahin kalimat per kalimat. Walaupun akan jadi post yang gaakan sering aku buka, semoga review ini bisa berguna buat temen-temen yang butuh infonya ya. Karena aku tau ngurus ini pusing banget. Apalagi masih dalam kondisi blank karena terpukul. Deep condolences juga buat temen-temen yang udah mampir di post ini. *Peluk virtual dari jauh*.
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Per tanggal 21 Agustus 2021 kemarin akhirnya aku dan suami dapet vaksin dosis pertama kami. Vaksin yang kami dapet adalah Sinopharm (VGR – Vaksin Gotong Royong) karena didaftarin dari kantor suami. Aku mau cerita sedikit tentang usaha-usaha aku untuk bisa vaksin ini. #halah
Jadi aku tuh bukan tipe yang pro vaksin dari awal ya, tapi tipe yang wait and see dulu. Karena aku busui, aku jujur kepikirannya langsung ke anak. Apakah nanti ASI-ku bisa jadi bermasalah, atau misalnya ada KIPI nanti kena ke anak, dan worry juga kalo aku dan suami tepar karena KIPI, nanti anak gimana. Ahahahha. Pas awal-awal vaksin itu kan cerita yang beredar banyaaaakkk banget kan. Karena denger sana sini jadi makin banyak pemikiran.
Sampai akhirnya, aku ngincer vaksin Sinovac yang mostly orang-orang di circle aku cerita engga ada efek samping apa-apa. Udah tau mau vaksin apa, berangkatlah aku mulai nyari-nyari info vaksin. Kebetulan pas aku udah yakin mau vaksin itu ya dua-tiga bulanan lalu ya dimana udah lumayan banyak vaksin untuk umum. Cuma suka ada kendala di domisili sesuai KTP dan juga masalah antrinya yang non social distancing kalo dari yang aku liat.
Sebenernya solusi paling OK menurutku itu adalah vaksin drive thru dimana kalo nunggu di dalam mobil dan aku ngga perlu bawa anak ikutan ngantri bersama puluhan atau ratusan orang lain dalam satu tempat bersama. Sayangnya dari hasil riset aku itu vaksin drive thru kebanyakan buat armada ojek online aja, terakhir-terakhir juga ada lansia sih. Tapi akhirnya aku nemu ada 1 tempat yang sediain vaksin drive thru untuk umum. Namanya YCAB Foundation. Aku liat infonya itu di bulan Juni untuk pendaftaran bulan Juli. Tapi begitu aku coba daftar, ternyata udah full.
Paralel dengan itu, aku juga daftar via Holywings Serpong via aplikasi mereka. Sayangnya mepet tanggal vaksin diinfokan kalau dapetnya di outlet di Jakarta Pusat. Terlalu jauh dan waktu itu berisiko karena lagi PPKM darurat dimana di jalan itu suka dicekin surat untuk izin melintas antar daerahnya. Ribet bener kalo mau urusin itu, yekan. Jadilah cancel juga yang disana.
Sembari nunggu info vaksin dari kantor suami, aku juga tetep pantau tempat vaksin lain. Dan ketemulah vaksin Sinovac untuk umum di Maxxbox Village Lippo Karawaci. Too bad jadwalnya ga cocok. Jadi cancel lagi juga yang ini.
Terus karena makin santer tentang sertifikat vaksin yang akan jadi identitas diri selanjutnya karena jadi keypass utama untuk bisa kemana-mana, makin makin lah aku cari tempat vaksin. Kali ini minta suami daftarin via Halodoc di Kemayoran. Kebetulan masih ada yang vaksin drive thru juga. Tapi kata-kata di app-nya itu kayak masih menunggu melulu, jadi agak meragukan dan ngga bikin tenang.
Singkat cerita, aku ngecek YCAB Foundation lagi dan ketemulah jadwal vaksin drive thru untuk di bulan Agustus. Langsung aku coba faftar via website mereka. Tapi udah coba 2 hari dari beragam device tetep gagal, jadilah aku WA ke nomor kontak tertera. Ternyata web-nya lagi error jadi diarahkan untuk isi form secara manual. Late response sih emang, tapi aku juga paham pasti banyak banget yang mau vaksin drive thru kayak aku. Yang penting udah dibalas kan. Intinya udah lengkap semua isian form di WA yang aku dan suami isi. Sebelum itu juga admin udah infokan kalau cuma bisa vaksin dosis 1 aja di YCAB, berikutnya soalnya ngga masuk vaksin Sinovac lagi disana. Setelah make sure kalau beda tempat vaksin ga masalah asalkan vaksinnya tipe yang sama, aku pun menyatakan ketidakberatan aku. Jadilah admin infokan dengan jelas bahwa aku dan suami sudah terdaftar di tanggal 14 Agustus untuk vaksin Sinovac dosis pertama. Sip lah. Lega cui!
H-2 vaksin di YCAB, dapet notif di app Halodoc kalo permintaan vaksin aku dan suami ditolak. Aduh jelek banget dah kalo dapet info dadakan gitu bikin kesel. Tapi mikirnya untung ada YCAB kan yang udah dikantongin.
H-1 siang, aku coba confirm lagi via WA ke YCAB make sure kalau vaksinnya sesuai jadwal dan kami sudah terdaftar. Dibalas sama admin YCAB dengan sangat jelas kalau kita sudah terdaftar.
Hari H. Dari kemarin udah persiapan buat hari ini. Minum vitamin, cukup tidur, bangun pagi, sarapan, siapin makanan buat kita dan si Ucil, siapin obat-obatan yang mungkin diperlukan untuk KIPI, sampe nyetok berbagai vitamin untuk dopping tubuh dan sedia mainan baru buat anak – in case kita tepar kan ya.
Pertama-tama kita salah dateng ke lokasi YCAB yang di kantornya yang ada di Gmaps. Tapi setelah dikasitau arahannya sama tukang parkir disana, akhirnya kita ketemu area lapangan luas yang udah disiapin untuk vaksin drive thru dengan rapi. Kondisinya cukup ramai, tapi tertata. Semua juga pakai masker. Ada area walk-in juga, btw, untuk yang bawa motor atau mungkin juga pejalan kaki.
Areanya itu macem gerbang pintu tol, jadi udah ada jalur-jalur yang disiapin gitu buat mobil antri. Ngga lama, mobil kita didatengin sama salah satu petugasnya dan ditanya tentang plan vaksinnya. Langsung shock karena dibilang udah ga terima vaksin dosis 1. HAHAHA. Becanda banget nih orang. Tapi ternyata engga. Mas yang pertama itu sampe datengin 1 orang atasannya dan Koko itu bilang kalo semalem dapet instruksi untuk ga terima lagi orang-orang yang mau vaksin Sinovac dosis 1 karena vaksinnya udah mau habis katanya. Terus dia bilang semua yang mau vaksin dosis 1 juga udah pada puter balik karena ini khusus vaksin dosis 2 doang.
Masih usaha, suami tunjukkin hasil chat sama admin kemarin yang bener-bener H-1 banget masih konfirmasi untuk datang vaksin dan sudah terdaftar. Si Koko ngecek nama kita dan turns out eng ing enggg, ngga kedaftar dong! HAHAHA KOCAK BANGET SIH LU YCAB! PP 66km pun sia-sia. Sebel banget rasanyaaa, orang udah mau vaksin aja diribetin sama prosedur, hih! Gimana ya mau nyampe herd immunity kalo seribet ini caranya deh? Yah pada akhirnya kita puter balik karena percuma banget buang waktu ke sana. Adminnya halu puolll, service super mengecewakan!!
Beberapa hari kemudian… Thank God-nya, kantor suami yang sempet ada info bulan lalu untuk adain vaksin untuk karyawannya tiba-tiba kasih info kontak PIC klinik yang kerjasama dengan kantor untuk bisa vaksinin karyawan-karyawan kantor suami. Bahkan klinik-nya ini dicariin yang terdekat dari rumah karyawan segala. Untuk jadwal pun bisa diatur sendiri antara karyawan dan si PIC klinik. Oya, suami juga udah daftarin aku makanya aku pun juga bisa kedaftar.
Long short story ya kita daftar untuk sabtu depannya. Tepat tanggal 21 Agustus 2021.
Hari H Vaksin. Kali ini beneran. 21 Agustus 2021.
Kita dateng lebih cepet dari waktu perjanjian. Suami langsung daftar ulang dan diinfo kalau tunggu 3 orang lagi. Bisa tunggu di mobil aja dan nanti diinfokan lagi via telepon kalau uda gilirannya. Bener-bener engga lama terus tiba giliran suami. Dan cuma 5 menitan, giliran aku deh.
Kliniknya memang ukuran ruko standard. Tempat vaksinnya ada di lantai 2. Begitu naik tangga, ada 1 mas yang duduk depan laptop dan ada alat penghitung tensi di mejanya. Setelah verifikasi data, akupun diukur tensi. Agak rendah 112/66 tapi masih OK. Ditanya apa ada penyakit berat? Dan aku jawab ngga ada, cuma ibu menyusui. Langsung deh diarahin ke ruangan dokter Andri. Dokternya ramah dan pro banget nyuntikkin vaksinnya karena cepet dan ngga sakit. And… DONE! As simple as that! Super well treated banget! Aku ngga tau klinik ini terima untuk pasien umum atau engga, tapi klinik DIANANDI BSD ini rekomen banget deh dari aku.
Setelah pulang, KIPI yang aku rasain adalah ngantuk banget. Suami ngantuk dan agak pusing. Hari itu kita sekeluarga tepar dan bahkan tidur jam 8 malam bablas sampe jam 9 pagi baru bangun. Besoknya aku udah segar, sementara suami masih ada sisa KIPI berupa pusing sedikit. Sisanya bener-bener ngga ada keluhan lainnya!
Oya, kita dapat jadwal untuk vaksin dosis 2 nya di tanggal 11 September 2021. Semoga lancar-lancar lagi seperti dosis 1-nya 🙂
UPDATE
Sesuai jadwal, tanggal 11 September kita vaksin dosis kedua di klinik yang sama. Kali ini pun macem tamu VIP yang ga nunggu antrian apapun, cepet banget karena yang vaksin cuma aku dan suami. Kliniknya juga pas lagi sepi, jadi cuma ada para pekerja dan 1 driver ojol mau ambil obat.
Menurut aku dan suami vaksin kedua ini lebih sakit, pas disuntik lebih berasa dan pas setelah vaksin pun lebih cenut-cenut dibanding yang pertama. Tapi masih sangat sangat tolerable banget kok. Karena pas vaksin dosis pertama, kita ngga ada KIPI apa-apa yang emergency, kali ini ngga usah nunggu 20 menit jadi bisa langsung pulang. Overall KIPI di suami ngga ada sama sekali, sementara kalo di aku tetep ngerasa mata berat dan ngantuk puolll. That’s it!
Kesimpulannya vaksin di busui pake sinopharm di aku aman banget. KIPI-nya supeerr ringan dan asal udah siapin schedule dengan baik, ga masalah kok tetep bisa urus anak dan rumah tanpa bala bantuan seperti biasa. Yuk yang masih ragu vaksin bisa cepetan vaksin 🙂
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Memiliki seorang bayi di rumah membuat orangtua harus selalu waspada dan sigap dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi. Salah satunya situasi ketika anak sakit. Untuk itu wajib hukumnya untuk selalu mempersiapkan diri dengan perbekalan P3K di tempat tinggal ya Moms!
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Hello Moms! Kali ini aku mau cerita pengalaman cukur rambut anakku pertama kali.
Sebelumnya aku udah pernah share kalo menurut tradisi Manyue atau sebulanan biasanya rambut bayi dibotakin ya. Karena aku dan suami ga berani botakin sendiri, potong rambut Ucil kemarin cuma simbolik aja. Terus rencananya kalo udah rada aman baru cukur ke dedicated kids salon.
Tapi ya karena aku parno banget sama corona, jadilah ketunda lama banget masalah cukur rambut ini sampai akhirnya kemarin aku jadwalin sungguh-sungguh untuk pergi cukur dengan banyak riset dan pertimbangan.
“Kenapa emang Cyn mesti dibotakin? Biar rambutnya lebat ya?” Tbh kalo kayak gitu doang sih aku pasti akan nunggu bener-bener sampe corona jauh mendingan yah.
Yang jadi problem karena rambut-rambut ‘dalem’ Ucil terus rontok dan bertebaran di baju, kasur, alas perlak, bip, dll dan karena dia lagi masa oral beberapa kali hampir makan rambutnya 😥
Sebenernya sih udah konsul juga ke DSA dan udah baca-baca emang ada yang begitu di baby-nya. Biasanya sampe umur 6 bulan tapi karena aku dan suami concern rambutnya kemakan ya kita pilih buat cukurin rambutnya.
“Jadi cukur rambut dimana?” Nah ini aku udah riset ya karena aku maunya Ucil dipotong di tempat cukur yang memang udah biasa handle bayi, bukan yang sembarangan barbershop anak. Dan ada 1 brand yang top of mind di aku yaitu Kiddycuts.
Sebelum hari eksekusi Minggu kemarin, tentunya aku udah telepon untuk make sure bahwa kapsternya BISA dan BIASA handle rambut bayi. Yang angkat telepon juga ga bingung dan langsung nanya dedenya umur berapa. Plus aku tanya gimana protokol kesehatannya.
Disana pasti ukur suhu untuk semua yang bertugas plus customer yang dateng, terus isi form terkait beberapa pertanyaan tentang corona, sterilisasi semua alat di depan mata customer, juga pakai APD masker, sarung tangan, dan jubah salon YANG BARU bukan bekas pakai orang (monmaap gatau namanya apaan). Karena udah yakin, aku langsung booking untuk hari Minggu siang. Kebetulan aku pergi ke outlet yang di mall AEON BSD.
Kocaknya, aku sama suami bener-bener cuma riweh di masalah persiapan Ucil keluar rumah dan ke mall pertama kalinya karena kita mikirnya si Ucil bakalan anteng selama dicukur rambutnya mengingat anak ini suka banget sama white noise.
Fyi, Ucil tuh betah banget liatin aku ngeringin rambut 10-15 menit pake hair dryer. Jadi aku sama suami santai dong sama alat cukur. Ternyataaaaa Ucil nangis-nangis 😂 Biasa disuntik aja cuma bentaraaaann banget nangisnya atau pernah juga cuma meringis lucu gitu doang gapake tangisan.
10 menit cukur rambut jadi kerasa lama karena dia nangis. Untungnya kapsternya keliatan udah lihai sih, in the end hasil pengerjaannya tetap rapi meskipun Ucil gerak-gerak mulu 👍
Oia, sebelum dicukur, kapsternya akan tanya dulu mau botak plontos atau gimana. Dari awal aku sama suami udah sepakat untuk sisain rambutnya sedikittt biar ngga kayak tuyul banget, hihihi. Intinya bisa di-request yaahh ☺✌
Tips tambahan buat ortu baru yang mau cukurin rambut anak juga.
Siapin mental kalo anak nangis, jangan kayak kita hahaha Kalo biasa Ucil nangis dia bakalan langsung tenang digendong sembari denger detak jantung kita. Tapi kalo kitanya ga tenang, digendong kitapun juga dia bakalan tetep nangis, hehehe.
Jangan lupa bawa baju, celana, bip, sarung tangan sarung kaki pengganti karena abis cukuran pasti semua kotor dan penuh rambut. Kemarin aku lupa bawa kantong bersih buat taroh baju kotornya. Untung bisa minta dari si Kiddycuts tapi lebih baik bawa sendiri ya.
Kalo anaknya biasa pake bedak atau ada bedak bayi di rumah, dibawa aja. Abis cukuran dipakein bedak biar ga merah dan gatel-gatel.
Booking aja dulu via telepon biar ga perlu nunggu. Karena aku udah booking jadi langsung masuk gapake antri lagi di jam yang terdaftar.
Make sure bayi udah kenyang dan ganti popok biar nyaman ☺
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady
Moms, pastinya udah ngga asing lagi ya dengan nama brand Pigeon. Secara Pigeon udah merk yang bener-bener melekat banget sama kita dari kecil sebagai brand berbagai barang bayi yang aman dan terjangkau.
Kali ini aku berkesempatan ngereview breastpump terbaru dari Pigeon yang namanya GoMini.
Dari penampilannya pas pertama kali liat, menurut aku breastpump ini cantik banget design-nya dengan warna putih dan soft pink. Terus ternyata mesinnya juga kecil dan super ringan! Ukurannya cuma segenggaman tangan dan ringan macem powerbank.
GoMini ini punya 2 tipe yaitu single breastpump dan double breastpump. Yang aku punya ini yang double breastpump, tapi bisa juga kalo cuma mau pake single pump. Untuk parts-nya GoMini, standard ya seperti Breastpump pada umummya. Cara pasangnya juga gampang, ngga ribet.
Seperti di gambar, di mesin GoMini cuma ada 4 tombol. – Tombol Power untuk menyalakan mesin. – Tombol Plus untuk menaikkan level massage dan suction. – Tombol Minus untuk menurunkan level massage dan suction. – Tombol Drop (kayak tetesan air) untuk berpindah mode (Ada 2 mode: massage dan suction).
Cara pakainya juga sangat mudah. – Pencet tombol power agak lama untuk menyalakan mesin. – Nanti begitu nyala, langsung ada mode otomatis massage selama 2 menit untuk mancing LDR lalu langsung ke mode suction level 3. Level tertinggi mode suction dan massage masing-masing adalah level 5. – Setelahnya tinggal diatur sesuai preferensi untuk level massage dan suctionnya dengan tombol plus dan minus yang ada.
Di penggunaan aku sendiri sehari-hari, aku biasa pumping setelah selesai DBF kalau pas sempat atau pas Ucil kelamaan tidur dan skip sesi menyusuinya. Mode yang aku pakai itu mode massage 2 menit terus mode suction antara 4 atau 5. Dengan mode itu aku bisa mengalami LDR dan mengosongkan PD dengan cepat. Untuk durasi pumping, aku biasa cuma pumping sekitar 10 menit untuk mengosongkan PD. 5 menit tambahan pumping supaya tetap jaga produksi ASI aku.
Summary Review Pigeon GoMini Double Breastpump : + Hisapan Lembut Biar dipakai di level paling tinggi pun hisapannya bener-bener lembut, mirip-mirip sama breastpump hospital grade. Sama sekali ngga bikin lecet tapi tetep narik + Cepat mengosongkan PD Pemakaian pribadi di aku, GoMini ini bisa mengosongkan PD dengan cepat. Nah ini salah satu kunci produksi ASI banyak ya. Jadi ngga perlu lama-lama pumping untuk dapat hasil optimal + Pretty, light, and ergonomic design Bentuk cantik, ukuran super handy dan ringan, ngga makan tempat dan sesuai kebutuhan + Suara mesin halus Aman dipakai di sebelah baby yang lagi tidur ataupun pumping malam-malam di kamar + Dual Pump Menghemat waktu karena bisa mengosongkan 2 PD sekaligus + Closed System Pump Udara tidak akan masuk tercampur dengan ASI dan ASI juga tidak akan masuk ke mesin yang bisa membuat mesin pompa rusak karena adanya back flow protector + Garansi 2 tahun & Spareparts mudah dicari Setiap pembelian GoMini juga ada garansi 2 tahun dan misal ada kerusakan, spare partsnya mudah dicari dengan harga terjangkau + Affordable price Untuk compact breastpump ini best deal, udah electric pula bukan yang manual – Tidak ada screen time Meski ada screen untuk menunjukkan level dari mode yang sedang digunakan, sayangnya tidak ada waktu yang menunjukkan durasi lama pumping – Tidak ada build in battery Jadi untuk mengaktifkan mesin harus tercolok listrik atau powerbank
Jadi, menurut aku pribadi, GoMini Breastpump ini direkomendasikan untuk:
New mom : karena ini pemakaiannya super simple, ngga ribet dan ngga bikin bingung
Stay at home mom : yang kayak aku mostly DBF tapi tetep butuh pumping untuk ngosongin PD dan jaga produksi ASI ini worth it banget ya dibanding beli pompa mahal-mahal
Yang butuh lebih dari 1 pompa. Misal 1 yang hospital grade di rumah, 1 lagi buat jaga-jaga kalo diperlukan, pompa ini fit banget karena kecil dan ringan
Nah itu dia overall review Pigeon GoMini Double Breastpump dari aku ya. Semoga review ini membantu ya buat para Moms yang lagi nyari pompa ASI! ❤
Keep in touch with #CynSharing! Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady