Review

Review Pompa ASI Pigeon GoMini Double Breastpump

Rabu, 9 Juli 2020

Moms, pastinya udah ngga asing lagi ya dengan nama brand Pigeon. Secara Pigeon udah merk yang bener-bener melekat banget sama kita dari kecil sebagai brand berbagai barang bayi yang aman dan terjangkau.

Kali ini aku berkesempatan ngereview breastpump terbaru dari Pigeon yang namanya GoMini.

Dari penampilannya pas pertama kali liat, menurut aku breastpump ini cantik banget design-nya dengan warna putih dan soft pink.
Terus ternyata mesinnya juga kecil dan super ringan! Ukurannya cuma segenggaman tangan dan ringan macem powerbank.

GoMini ini punya 2 tipe yaitu single breastpump dan double breastpump. Yang aku punya ini yang double breastpump, tapi bisa juga kalo cuma mau pake single pump. Untuk parts-nya GoMini, standard ya seperti Breastpump pada umummya. Cara pasangnya juga gampang, ngga ribet.


Seperti di gambar, di mesin GoMini cuma ada 4 tombol.
– Tombol Power untuk menyalakan mesin.
– Tombol Plus untuk menaikkan level massage dan suction.
– Tombol Minus untuk menurunkan level massage dan suction.
– Tombol Drop (kayak tetesan air) untuk berpindah mode (Ada 2 mode: massage dan suction).

Cara pakainya juga sangat mudah.
– Pencet tombol power agak lama untuk menyalakan mesin.
– Nanti begitu nyala, langsung ada mode otomatis massage selama 2 menit untuk mancing LDR lalu langsung ke mode suction level 3. Level tertinggi mode suction dan massage masing-masing adalah level 5.
– Setelahnya tinggal diatur sesuai preferensi untuk level massage dan suctionnya dengan tombol plus dan minus yang ada.

Di penggunaan aku sendiri sehari-hari, aku biasa pumping setelah selesai DBF kalau pas sempat atau pas Ucil kelamaan tidur dan skip sesi menyusuinya. Mode yang aku pakai itu mode massage 2 menit terus mode suction antara 4 atau 5. Dengan mode itu aku bisa mengalami LDR dan mengosongkan PD dengan cepat. Untuk durasi pumping, aku biasa cuma pumping sekitar 10 menit untuk mengosongkan PD. 5 menit tambahan pumping supaya tetap jaga produksi ASI aku.


Summary Review Pigeon GoMini Double Breastpump :
+ Hisapan Lembut
Biar dipakai di level paling tinggi pun hisapannya bener-bener lembut, mirip-mirip sama breastpump hospital grade. Sama sekali ngga bikin lecet tapi tetep narik
+ Cepat mengosongkan PD
Pemakaian pribadi di aku, GoMini ini bisa mengosongkan PD dengan cepat. Nah ini salah satu kunci produksi ASI banyak ya. Jadi ngga perlu lama-lama pumping untuk dapat hasil optimal
+ Pretty, light, and ergonomic design
Bentuk cantik, ukuran super handy dan ringan, ngga makan tempat dan sesuai kebutuhan
+ Suara mesin halus
Aman dipakai di sebelah baby yang lagi tidur ataupun pumping malam-malam di kamar
+ Dual Pump
Menghemat waktu karena bisa mengosongkan 2 PD sekaligus
+ Closed System Pump
Udara tidak akan masuk tercampur dengan ASI dan ASI juga tidak akan masuk ke mesin yang bisa membuat mesin pompa rusak karena adanya back flow protector
+ Garansi 2 tahun & Spareparts mudah dicari
Setiap pembelian GoMini juga ada garansi 2 tahun dan misal ada kerusakan, spare partsnya mudah dicari dengan harga terjangkau
+ Affordable price
Untuk compact breastpump ini best deal, udah electric pula bukan yang manual
– Tidak ada screen time
Meski ada screen untuk menunjukkan level dari mode yang sedang digunakan, sayangnya tidak ada waktu yang menunjukkan durasi lama pumping
– Tidak ada build in battery
Jadi untuk mengaktifkan mesin harus tercolok listrik atau powerbank

Jadi, menurut aku pribadi, GoMini Breastpump ini direkomendasikan untuk:

  • New mom : karena ini pemakaiannya super simple, ngga ribet dan ngga bikin bingung
  • Stay at home mom : yang kayak aku mostly DBF tapi tetep butuh pumping untuk ngosongin PD dan jaga produksi ASI ini worth it banget ya dibanding beli pompa mahal-mahal
  • Yang butuh lebih dari 1 pompa. Misal 1 yang hospital grade di rumah, 1 lagi buat jaga-jaga kalo diperlukan, pompa ini fit banget karena kecil dan ringan

Nah itu dia overall review Pigeon GoMini Double Breastpump dari aku ya. Semoga review ini membantu ya buat para Moms yang lagi nyari pompa ASI! โค

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Review

Review Vacuum & Robot Cleaner Kurumi KV 03 dan KV 05

Rabu, 8 Juli 2020

Hi Moms, sudah pernah denger brand Kurumi?
Kurumi ini adalah salah satu brand lokal untuk Vacuum & Robot Cleaner. Sesuai namanya, Kurumi menjual berbagai macam alat kebersihan rumah tangga.

Sampai dengan saat ini aku punya 2 produk Kurumi.
November 2019 aku beli KV03 warna putih dan Februari 2020 aku beli KV05. Kita bahas satu-satu ya.

KV03 adalah produk robot pembersih yang bisa mem-vakum dan mengepel sekaligus. Buat Moms yang tidak mempunyai ART dan mengutamakan efisiensi dalam mengurus anak serta rumah, produk ini bisa menjadi solusi karena pasti sangat membantu.

Robot ini memiliki hepa filter dan filter debu untuk menghisap debu di lantai secara maksimal dengan kapasitas penampung debu 0.5 liter. Jadi ketika robotnya dijalankan bukan hanya sekedar menyapu biasa tapi sekaligus mem-vacuum. Hasilnya lantai jauh lebih keset. Moms juga ga perlu kesel lagi sama rambut-rambut atau debu yang nempel di sikat sapu.

Ukuran robot ini 32x32x8cm, termasuk kecil ya jadi dijamin ngga makan tempat di rumah mungil sekalipun. Penggunaannya menggunakan baterai rechargeable dan remot kontrol. Yang lebih seru lagi di 1 robot ini ada 4 cleaning routes (spot,edge,zig zag,auto) dan 3 Cleaning modes (auto,Max,Scheduling). Iya scheduling itu bisa diatur robotnya mau disuruh vacuum jam 9 tiap pagi misalnya. Keren kan! Hebatnya lagi robot ini memiliki sensor anti jatuh sehingga ketika berada di ujung perbatasan tempat tinggi ke tempat rendah, ia akan berbalik dan menjauhi tempat tersebut. Artinya robot ini dapat berjalan membersihkan rumah secara mandiri.

Untuk pel nya sendiri, robot ini memiliki tangki kecil untuk mengisi air dan nantinya ketika robot aktif, ia akan mengepel lantai dengan menggunakan kain microfiber khusus dari Kurumi yang menempel pada tubuh robot tersebut. Super ringkas dan praktis!

Kelemahan robot ini menurut aku cuma 3 yaitu kurang pemetaan rumah (di KV03 yang baru warna hitam sudah terdapat fitur ini), kurang bisa membersihkan sudut-sudut rumah yang berbentuk kotak karena tubuh robot berbentuk bundar, serta seringkali “tersangkut” di karpet (yang massanya ringan) saking kuatnya daya hisapnya. Overall dengan adanya KV03 ini aku sangat terbantu untuk bebersih ๐Ÿ™‚

Produk selanjutnya dari Kurumi yang aku punya adalah KV05. Kalo Moms sering nonton drama korea seringkali aktor / aktrisnya membersihkan rumah dengan alat seperti ini ๐Ÿ™‚

Singkatnya, KV05 ini adalah penghisap debu nirkabel yang mudah dibongkar pasang dengan dwifungsi pemakaian yaitu vacuum tangan dan vacuum stick sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk vacuum tangan aku gunakan untuk menyedot debu pada tempat tidur dan sofa sementara untuk vacuum stick aku gunakan untuk membersihkan lantai rumah.

Alat ini memiliki daya hisap 5 kPa / 12 kPa dan daya Motor 150 W serta memiliki 2 mode kecepatan dan tangki debu yang besar sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan besar dan penggunaan sehari-hari.

Kelebihan lainnya dari KV05 menurutku adalah corongnya yang sangat fleksibel dan memiliki
roda sehingga dapat diarahkan dengan mudah. Sejauh ini aku tidak menemukan kelemahannya yang mengganggu pemakaianku sehari-hari.

Sekian review beberapa produk rumah tangga yang menurutku sangat membantu untuk Ibu baru. Semoga membantu ๐Ÿ™‚

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Review

Review Mesin Cuci Mini MITO WM1

Minggu, 28 Juni 2020

Hai Moms,

Sebagai ibu baru tentunya manajemen waktu urus suami, newborn, rumah, dan pekerjaan pastinya penting banget ya.
Bersyukurnya aku nemu beberapa produk yang memudahkan hidup aku sebagai ibu baru yang ngurus anak sendirian. Salah satunya adalah mesin cuci mini keluaran MITO.

Buat aku, mesin cuci ini penting buat keperluan sehari-hari karena aku ngga punya pembantu, aku ngga berencana punya banyak baju bayi jadi emang cuma beli terbatas mengingat bayi cepet banget gedenya jadi butuh baju cepet cuci kering biar siap pakai lagi, dan aku prefer mesin cuci tersendiri buat si baby dibanding campur sama baju aku dan suami di rumah.

Aku langsung aja ya jabarin kelebihan mesin cuci mini dari MITO ini:
1. Portable
Karena ukurannya mini jadi gampang dibawa dan dipindah-pindah. Dengan ukuran travel size gini, bukan ngga mungkin kalo cuma main nginap ke Bogor / Bandung beberapa hari bawa mesin cuci ini dibanding bayar laundry hotel.
2. Irit space
Yes dibanding punya 2 mesin cuci biasa, mesin cuci ini ngga makan banyak tempat di rumah.
3. Higienis
Karena bener-bener kepisah cuma untuk cuci baju bayi, jadinya pasti lebih higienis ya karena ga kecampur sama virus dan kuman yang nempel dari baju aku dan suami.
4. Mudah dan cepat
Mesin ini punya 2 opsi standard yaitu “wash” dan “dry”. Waktu maksimal untuk “wash” adalah 10 menit, sementara waktu maksimal untuk “dry” adalah 5 menit.
Mesin cuci ini juga udah dilengkapi selang penghubung keran dan mesin cuci untuk masukin air juga selang pembuangan air.

Overall, menurut aku kekurangan mesin cuci ini cuma di bagian pengeringan karena bumpy banget kalo dipakai untuk mengeringkan meskipun kaki mesin cuci sudah beralas karet. Solusinya pas pengeringan aku tahan dengan dua tangan biar mesin cucinya ga bergerak dari tempatnya sampai pengeringan selesai. Atau kalo ngga mau pakai fitur pengeringannya, bisa juga untuk peras manual.

Demikian review salah satu produk yang memudahkan hidup aku sebagai ibu baru. Nantikan review produk lainnya di part selanjutnya ๐Ÿ™‚

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Krucil's Diary

Tips ASI Banyak

Sebagai seorang Ibu, pastinya semua mendambakan untuk bisa memberikan ASI ekslusif kepada buah hatinya. Apalagi mengingat bahwa ASI kaya akan berbagai nutrisi lengkap yang meliputi air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, sel-sel darah putih, enzim, dan asam amino yang sangat diperlukan oleh bayi di masa-masa awal kelahirannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah timbulnya berbagai macam penyakit seperti radang paru-paru, asma, sindrom kematian mendadak (SIDS), obesitas, diabetes, dan lain-lain.

Faktanya, tidak semua Ibu yang baru melahirkan dapat langsung menyusui bayinya yang diakibatkan oleh berbagai macam faktor. Yang paling sering dijumpai adalah ASI tidak keluar atau jumlah ASI terlalu sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan harian bayi.
Bila ini yang terjadi jangan panik dan khawatir dulu karena bayi memiliki cadangan makanan 3×24 jam sehingga tubuh Ibu memiliki waktu untuk memproduksi ASI.

Yang perlu diingat prinsip dasar ASI adalah SUPPLY BY DEMAND. Namun dalam praktiknya, ada 2 fase krusial yang bisa membantu membuat produksi ASI semakin banyak untuk memenuhi kebutuhan bayi.


Fase 1: Di Rumah Sakit

  1. IMD (Inisiasi Menyusui Dini)
    IMD adalah proses pemberian ASI dengan meletakkan bayi di dada ibu sesaat setelah bayi lahir. Perlu dicatat bahwa ada RS yang memang sudah standardnya plus IMD, tapi ada RS yang melakukan IMD by request jadi tidak ada salahnya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak RS SEBELUM PERSALINAN.
    Umumnya proses menyusui pada saat IMD ini tidak selalu berhasil, meski begitu langkah ini patut dicoba karena cukup memainkan peran penting
  2. Baby Rooming In
    Setelah melahirkan, minta bayi dibawa dan diletakkan seranjang bersama Ibu. Bukan cuma sekamar tapi juga harus seranjang ya. Manfaatkan kesempatan ini dengan terus mencoba menempelkan bayi di dada Ibu agar bayi belajar menyusui secara refleks.
    Untuk bayi pun biasanya akan lebih tenang dibanding ditaruh di dalam box karena bayi nyaman berada dekat sang Ibu ๐Ÿ™‚
  3. Pijat Payudara
    Pijatan pada payudara ketika menyusui membantu bayi mendapat ASI hindmilk (ASI dengan kandungan lemak lebih banyak).
  4. Pijat Oksitosin
    Lakukan pijat oksitosin di punggung tulang belakang untuk merangsang hormon cinta yang memproduksi ASI. Pijat ini juga membuat Ibu merasa nyaman. Direkomendasikan dilakukan bersama suami agar menambah keintiman dan dilakukan di malam hari pada saat kadar oksitosin lebih tinggi.
  5. Pelekatan yang Tepat
    Rumah sakit adalah tempat paling tepat untuk menguasai ilmu pelekatan sebelum kembali ke rumah. Pelekatan yang baik akan membawa kenyamanan pada Ibu dan bayi sehingga proses menyusui tidak menimbulkan rasa sakit ataupun menjadi pengalaman yang bersifat traumatis. Cari posisi pelekatan terbaik menurut Ibu sehingga membuat proses menyusui menjadi nyaman.
  6. Pumping
    Rangsang produksi ASI dengan memompa payudara SELAMA DI RUMAH SAKIT. Terutama bila ASI Ibu belum keluar setelah 24 jam. Kenapa harus selama di RS? Karena pada saat itu bayi masih memiliki cadangan makanan, saat inilah kesempatan untuk mengejar produksi ASI yang masih kurang.
  7. Tidak Menerima Tamu (opsional)
    Beberapa sumber menyatakan dengan tidak menerima tamu, fokus Ibu untuk menyusui jadi tidak terpecah dan dapat belajar mengASIhi secara optimal.

Fase 2: Di Rumah

  1. Menyusui Terus Menerus*
    Umumnya berbagai sumber menginformasikan untuk terus menyusui selama 2-3 jam yang berarti 10-12x sehari dengan durasi 15-20 menit per sesi untuk mendapatkan foremilk dan hindmilk.
    Menurut pendapat saya pribadi berikan susu KAPAN PUN bayi mau. Apa tidak masalah? Bagaimana bila bayi kekenyangan? Perlu diingat bahwa ASI sangat mudah dicerna maka jangan heran bila beberapa bayi baru disusui 1 jam lalu namun sudah kembali merasa lapar dan haus.
    Menyusui di malam hari juga sangat dianjurkan dikarenakan pada malam hari tubuh menghasilkan lebih banyak hormon prolaktin yaitu hormon yang meningkatkan produksi ASI.
  2. Pumping*
    Menurut penelitian, menyusui secara langsung / direct breastfeeding (DBF) hanya mengosongkan 67% isi payudara karenanya setelah menyusui, para Ibu disarankan untuk memompa isi payudara kembali.
    Pada malam hari, Ibu juga dianjurkan melakukan metode power pumping setelah menyusui..

Dengan terus melakukan no. 1 dan 2, tubuh akan merespon dengan memproduksi lebih banyak ASI karena prinsip dasar ASI adalah supply by demand. Lakukan juga pijat oksitosin dan pijat payudara secara berkala.

  1. Obati Puting yang Terluka
    Ada kalanya dengan durasi menyusui yang terus menerus dan proses belajar pelekatan yang masih berlangsung antara Ibu dan bayi mengakibatkan puting menjadi lecet sehingga Ibu merasa enggan dan terbeban untuk menyusui kembali. Bila hal ini terjadi segera obati puting Ibu agar proses menyusui tidak terganggu.
  2. Konsul Dokter Laktasi
    Bila diperlukan jangan ragu untuk meminta bantuan professional.
  3. Hati yang Gembira
    Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Suasana hati Ibu sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Oleh sebab itu usahakan memiliki waktu istirahat yang cukup, makan makanan dan minuman apapun yang Ibu sukai, abaikan perkataan-perkataan negatif, pahami bahwa setiap anak dan Ibu adalah unik sehingga tidak bisa disamakan dan jangan dibandingkan, serta hindari hal-hal yang berpotensi membuat Ibu stress.
  4. ASI Booster
    Saat ini banyak beredar produk ASI Booster di pasaran. Bagi saya pribadi, ASI Booster saya adalah banyak minum air putih, makan makanan apapun yang saya sukai dan memiliki waktu pribadi (me time). Saya yakin ASI Booster orang berbeda-beda (bisa berupa kegiatan yang dulu biasa dilakukan atau produk) sehingga tidak ada salahnya mencoba berbagai macam produk ASI Booster tersebut asalkan produknya terbukti aman dikonsumsi.

Pada akhirnya, yang terutama dari semua proses menyusui ini adalah mencukupi kebutuhan makanan harian bayi. Apabila dengan semua cara di atas, produksi ASI Ibu tetap belum bisa memenuhi kebutuhan bayi, menurut saya pribadi tidak ada salahnya memberikan susu formula untuk sementara (atau berdampingan dengan ASI) dibandingkan bayi terus menerus menangis karena lapar.

Apapun itu, saya yakin dan percaya bahwa setiap Ibu pastilah menginginkan dan mengusahakan yang terbaik untuk setiap anaknya.

Tetap semangat mengASIhi! ๐Ÿ™‚

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Krucil's Diary

Milestone / Perkembangan Bayi 1 Bulan

Sabtu, 20 Juni 2020

Hai Moms! Ngga berasa juga yah tau-tau udah 2 bulan aja punya anak. Jujur buatku 1 bulan pertama sih emang berat banget. Makin kesini Puji Tuhan aku ngerasa anakku makin anteng dan aku pun sedikit banyak mulai terbiasa. Bukan berarti ngga capek ya, tapi lebih bisa bagi waktu dan ngga terus-terusan stress mikirin esok hari gitu, hehe.

Sabtu ini aku kontrol lagi ke DSA-ku. Masih tetep pake protokol kesehatan ya. Social distancing, masker, and so on. Even untuk nunggu giliran masuk ke ruang dokter aja kita ada di mobil. Soalnya di RS tadi emang rame banget gitu pada mau imunisasi. Jadi strateginya suami yang daftar-daftar, aku sama ucil turun untuk ditimbang, terus langsung ke mobil lagi. Tanya suster kita urutan keberapa dan perkiraan waktunya jadi nanti suami yang ntar turun mobil untuk cek apa udah giliran kita apa belum.

Ini milestone Ucil di usianya yang 2 bulan. Si bayi gede sampe dokter suster gemeeess sendiri sama dia hihihihi

Two months Old
BB 6.425 kg (Naik 1,6kg)
TB 60.5 cm (Naik 7.5cm)

Milestone
– Dibanding foto awal-awal this little boy is getting bigger and fatter. So cute! Love his pipi bakpao as my prayers โค
– Makin sering senyum dan ketawa. Seringgg banget malah.
– Udah bisa berceloteh.
– Kadang teriak nyaring.
– Mulai makin tinggi angkat kepala pas tengkurap dan makin lama.
– Udah ngga pernah nangis pas mandi. Suka kalo berendam.
– Hobi banget ngulet heboh abis nyusu atau pas mau bangun tidur.
Nah yang ini agak mengganggu jam tidur karena anakku yang tadinya udah ngantuk banget + kelar nyusu karena ngulet-ngulet jadi seger lagi. Setelah aku baca-baca, jadi penyebab bayi ngulet ini karena banyak udara terjebak di perutnya. Bisa jadi karena pelekatan payudara yang kurang tepat saat menyusui, terlanjur menangis saat lapar dan lain-lain jadi si bayi berusaha menggeliat dan ngeden sampai muka merah untuk mengeluarkan udara tersebut. Makanya kadang abis ngulet denger suara si bayi kentut ya. Hehehe. Btw kata dokter ini normal juga jadi masih okay.
– Pup mulai jarang tapi sekali pup banyaknya ampunn. Warna pup tetap baik ya seperti anak ASI pada umumnya
– Penggunaan popok belum berkurang kalo di anakku karena ya anaknya bener-bener ngga betahan kalo basah atau kotor dikit udah langsung minta ganti.
– Udah main ludah.
– Sering gumoh meskipun udah sendawa.
Btw don’t worry kalo ngalamin ini karena kata dokter ini wajar kok. Bayi sering gumoh / muntah soalnya katup yang menghambat makanan untuk keluar dari lambung belum terbentuk sempurna, makanya asi yang barusan diminum gampang untuk keluar lagi.
– Pas nangis udah keluar air mata.
– Suka makan tangan sendiri.
– Tendangan dan genggaman kuat
– Fokus mata ke benda bergerak di depannya cukup baik kalo bendanya menarik.
– Suka banget tidur miring dan dempet-dempet.

Schedule 2 bulan:
09.00 bangun (minum susu), berjemur (cuma sampe minggu 6), ngadem2 lalu mandi
10.30 minum susu
12.00 bangun (minum susu)
13.00-15.00 main
15.00 tidur
17.00 bangun (minum susu)
18.00 – 23.30 main & minum susu
23.30 tidur
03.00 bangun (minum susu)
05.00 bangun (minum susu)
kembali ke 09.00

Pas sesi konsultasi, dokter bilang asupan ASInya bagus. Terpampang nyata ya dari berat badannya. Dokter juga ingetin lagi kalo nanti makin gede kenaikan berat badannya ga akan setinggi sekarang dan itu normal. Target untuk bulan depan minimal 400gr-1500gr.

Hari ini anakku disuntik DPT 1, Hepatitis 2, HiB 1 dalam 1 shot di pahanya. Puji Tuhan cuma kayak mau nangis gitu tapi ngga jadi nangis abis digendong. Gemes banget sama si litte strong boy ini! Dokter infokan kalo di tempat suntikan ada bekas kemerahan bisa dikompres air hangat beberapa menit. Kalo misal ngga merah ya gausah dikompres. Untungnya ngga ada bekas kemerahan apapun seperti yang dibilang dokter.

Oh ya, pada bilang DPT 1 pasti bikin demam. Terus anakku gimana? Well, karena udah tau jadi aku sm suami pilih yang demamnya minimal hehehe. Jadi di RS itu sebenernya bisa milih mau yang mana. Ada yang demamnya minimal (harga 900rb) dan ada yang demamnya normal (harga 400rb). Bisa ditanyakan ke DSA masing-masing ya untuk ketersediannya. Beneran ngga demam sama sekali lho! Dan mau meluruskan mitos yang beredar di ibu ibu, kalo misalnya udah pernah suntik yang mahal seterusnya harus suntik mahal itu ngga bener ya.

Overall kata dokter perkembangan anakku baik dan normal karena sesuai tabel di kertas besar yang bulan lalu dikasih. Aku dan suami juga sering sih ngecek dari situ buat jadi patokan dan acuan kalo mau stimulasi anak.

Btw, hari ini kan udah banyak isi suntikannya, jadi DSA ku ngga prefer ditambah suntik PCV 1 dan Rotavirus 1. Alhasil anakku dijadwalkan dateng 3 minggu lagi untuk suntik yang lainnya.

Anyway, kemarin aku juga sempet tanya dengan perkembangan anak aku yang cukup cepat ini plus kebutuhan harian makanan dia yang banyak, apa mungkin dia akan MPASI Dini? Kata dokter, kalo di dia emang pasti usia 5 bulan mulai pengenalan bubur karena kalo di LN bahkan uda start dari usia 4 bulan. Jadi diharapkan dengan mulai 1 bulan lebih awal jadi pas usia 6 bulan si bayi bener-bener udah start makan gitu bukan penyesuaian lagi. Ditambah aku liat anakku juga suka merhatiin kalo papa mamanya makanin sesuatu kayak tertarik gitu. Emang feeling juga sih aku kalo anak aku bakalan lebih cepet makan karena kuat banget nyusunya. Jadi sejak sebelum 2 bulan kemarin akupun sibuk belajar Artikel-artikel MPASI yang mana bener-bener bikin pusing loh asli, hahaha.

Kapan-kapan semoga bisa sharing lagi ya Moms ๐Ÿ™‚

Total Biaya RS: IDR 1.227.261

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Krucil's Diary

Milestone / Perkembangan Bayi Baru Lahir (Newborn)

Selasa, 9 Juni 2020

Hai Moms, aku mau sharing tentang perkembangan anak aku selama 1 bulan ini ๐Ÿ™‚
Please note ya kalo tumbuh kembang masing-masing anak itu beda-beda. Ada anak yang umur 2 bulan udah bisa tengkurap, anak lain mungkin usia 3 bulan baru bisa. Yang penting tetap pola tumbuh kembangnya tetap sesuai dalam rentang usianya.

One month old my (not so) little son:
BB 4.8kg (Naik 1.6kg)
TB 53cm (Naik 4cm)

Milestone:

  • Awal-awal cuma tidur, nyusu, dan ganti popok.
  • Kalo orang-orang bilang nyusu newborn 2-3 jam, di kasus aku range-nya 1-3 jam udah bisa minta susu lagi. Makanya sekarang ASI aku banyak (prinsip supply by demand terbukti ya).
  • Ganti popok bisa 20x++ sehari utk pup dan pipis. Kebetulan anak aku tipe yang ngga betahan kalo popok kotor jadi begitu basah dikit langsung nangis minta diganti (mirip maknya hahaha).
  • Warna pup sesuai warna pup anak ASI.
  • Tali pusat copot setelah 15 hari (Puji Tuhan ngga rewel, karena ada yang bilang kalo tali pusat copot akan jadi rewel).
  • Mulai minggu 3 ada me time sendiri buat melek main-main dan observasi sekeliling.
  • Udah mulai kenalin orang, suka liatin.
  • Pupil mata udah bisa ngikutin benda bergerak (ini yang DSA juga kaget karena skill ini biasa anak 2 bulan keatas baru bisa).
  • Suka senyum-senyum, bahkan ketawa.
  • 1x kolik.
  • 2x growth spurt.
  • Suka nangis pas mandi.
  • Sering gumoh meski udah disendawain.
  • Suka berekspresi macem-macem. Paling gemes nemu facial expressions khas Vasco tiap abis nyusu, menjelang tidur, kalo kenyang, mau nangis, dan kalo lagi main.
  • Mulai ada aroma bayi (soalnya aku ngga pake minyak telon).
  • Tidur mulai miring (gerak gerak).
  • Udah bisa teriak nyaring (sesekali).
  • Mulai bisa angkat kepala sedikit.
  • Tentang begadang, 3 minggu pertama itu emang pasti kurang tidur ya karena Vasco lama tidur siang, bangun di malam, dan terus menerus minta susu sampe super cape nyusuin karena masih belum terbiasa. Tapi makin lama Vasco bangun pas malam cuma untuk nyusu dan ganti popok. Lalu lama-lama setelah sleep training (diajarin mana siang mana malem), jadwalnya mulai kebentuk kurang lebih seperti ini:

Minggu 3
04.30 am bangun (minum susu)
06.00 tidur lagi
08.00 bangun (minum susu)
09.00 tidur lagi
kalo terik jemur matahari
atau mandi pagi
11.00 bangun (minum susu)
12.00 tidur lagi
14.00 bangun (minum susu)
15.00 tidur lagi
17.00 bangun (minum susu)
Mandi sore kalo belom
18.00 bangun (minum susu)
19.00 tidur lagi
21.00 bangun (minum susu)
22.00 tidur lagi
00.30 bangun (minum susu)
02.30 tidur lagi
Kembali ke 04.30 bangun (minum susu)

Minggu 4
05.30 bangun (minum susu)
07.00 tidur lagi
09.00 bangun (minum susu)
berjemur kalo terik
10.00 tidur lagi
11.30 bangun (minum susu)
13.30 tidur lagi
15.30 bangun (minum susu) main2 sendiri
16.30 mandi, main2 sendiri, tidur
18.00 bangun (minum susu)
19.00 tidur lagi
21.00 bangun (minum susu)
22.00 tidur lagi
00.30 bangun (minum susu)
01.30 tidur lagi
03.30 bangun (minum susu)
04.00 tidur lagi
Kembali ke 05.30 bangun (minum susu)

Update untuk DSA-ku:
Akhirnya aku udah nemu DSA yang cocok di kontrol pertama anakku pas 1 bulan kemarin. Dokternya di RS Bethsaida juga praktiknya, namanya Dr. Aldy Rinaldy. Orangnya kalem, sabar, kalo jelasin ngga terburu-buru, detail, dan mau ditanya-tanya panjang lebar, hehe.

Pas kemarin kontrol, anakku sekalian suntik BCG & polio. Awalnya cuma ditidurin di bed, terus dialihin fokusnya ke boneka-boneka sama suster, terus dokter langsung usap alkohol dan tusukin jarum suntiknya. Gimana si bayi abis itu? Cuma nangis biasa lalu tidur, hahaha. Super strong boy! Apa karena udah ngalamin yang lebih sakit karena insisi kemarin itu ya jadi suntikan gini cuma sakit dikit aja ngga masalah, hihihi. Puji Tuhan juga pas udah di rumah ngga ada rewel, ngga ada demam at all.

Btw, pas di dokter, aku dikasih 1 sheet besar yang berisi patokan perkembangan anak gitu per bulannya dan dari tabel itu kita bisa kira-kira perkembangan apa yang “normal” di usia sekian dan mengira-ngira apa yang bisa distimulasi di bulan berikutnya.

Oia, aku mau sharing kalo misalnya anak Mom ada yang ngalamin cradle cap juga, olesin minyak zaitun (merk apa aja) di kepalanya sebelum keramas. Abis keramas disirem bersih-bersih. Setelah 1 mingguan langsung hilang cradle cap-nya ๐Ÿ™‚

Total Biaya RS: IDR 645.098

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Krucil's Diary

Hospital Bag

Selasa, 9 Juni 2020

As my promise di beberapa post sebelumnya, aku akan share barang-barang yang aku bawa ke RS. Maaf banget baru sempet update, hehe.
Nah ini dia list-nya ๐Ÿ™‚

Disclaimer!
– Baju bayi, sarung tangan, kaos kaki, bedongan honestly cuma kepakai 1 atasan, 1 bedongan, 1 set sarung tangan dan kaos kaki cuma pas pulang karena RS-ku nyediain semua set baju dan popok dari awal lahir. Mungkin bisa di-make sure di RS masing-masing juga yah biar ngga miskom. Tapi ngga usah bawa kebanyakan juga karena percuma, hehehe.
– Popok juga sebenernya ngga kepakai sama sekali selama di RS, cuma kalo abis dari RS mau mampir kemana dulu, atau udah keburu nangis di jalan menuju pulang, ga ada salahnya jaga-jaga. Berguna juga kalo misalnya popok RS ngga cocok sama si dede bayi.

Semoga membantu para Moms yang lagi bersiap menjelang kelahiran dede bayi yaa ๐Ÿ™‚

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Krucil's Diary

Newborn Shopping List

Selasa, 9 Juni 2020

Hello Moms!
Mumpung sempat, aku mau update salah satu persiapan penting nih sebelum melahirkan yaitu belanja berbagai keperluan bayi! Yes, ini emang exciting banget tapi hati-hati terjebak jadi kebanyakan belanja yaaa. Yang aku alamin sendiri list orang tuh kok banyak-banyak banget ya, padahal bayi kan cepat besar. Puji Tuhan aku mamak irit (baca : pelit), jadi aku ngga nurutin shopping list orang-orang kebanyakan yang belinya bener-bener berlusin-lusin gitu.

So, here we go, my newborn shopping list yang syukurnya bener-bener sesuai kebutuhan anakku ๐Ÿ™‚

Disclaimer!
Ini aku sesuaikan dengan kebutuhanku yang adalah Ibu IRT, DBF dan pumping sesekali doang, hampir full time 24/7 kerja dari rumah dan jaraaaaang keluar rumah (apalagi pas pandemi ini).
Untuk semua baju bayi aku beli yang ukuran 3-6 bulan ya, ga ada beli baju 0 bulan sama sekali, dan aku super bersyukur ngga beli yang newborn itu karena bayiku cepet gendut. Sekarang aja baju 3-6 bulannya uda kekecilan, hehehe.
List ini juga udah kureview pas usia anakku 7 minggu dan semuanya terpakai tanpa ada yang mubazir ๐Ÿ™‚

Ta-daaa, and that’s all! Dikit tapi semua berguna tanpa terkecuali dan ngga buang-buang uang, hehehe. Hope it helps you, Moms! โค

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Review

Honest Review Pelayanan Rumah Sakit Bethsaida Gading Serpong

Sebelumnya aku udah pernah share ya kalo aku sreg banget dari awal pertama masuk RS Bethsaida karena atmosfernya. Dan gatau kenapa rasanya beda aja dibanding kalo ke RS lain.

Aku yakin sih ini tuntunan Tuhan juga kasih aku damai sejahtera buat fix lahiran disini karena sekarang setelah melalui semua proses persalinan aku super duper bersyukur ngga salah pilih rumah sakit.

Beberapa hal yang menurutku oke banget dari RS Bethsaida:

1. Pelayanan cepat
Sering banget dapet info kalo pelayanan RS lelet. Nah disini tuh enggaaa. Kalo lama ya emang karena itu prosedurnya atau ada banyak form yang harus diisi. Intinya kaga dibikin ribet gitu deh.

2. Semua staff ramah dan responsif
Dari frontliner, CS, sampe suster dokter pada baik-baik bangettt. Semua sopan, ngga ada yang malas atau jutek, kerjaannya juga semua rapi.
Sistemnya sih yang aku suka banget teraturnya. Jadi tiap mau ganti shift suster-susternya pada keliling gitu. Suster pagi pamit dan kenalin suster malam gitu tiap hari. Jadi kita tau harus kontak kemana (meskipun tinggal pencet tombol panggil suster di samping ranjang juga pada langsung dateng sih). But you got my point, they take care of their patients very carefully โค

3. On time
Ini keliatan ya dari cerita-cerita aku di post tentang lahiran sebelumnya. Tiap suster janjiin dateng jam berapa mereka bener-bener dateng jam sgitu. Jam operasi pun ngga molor. Wah salut sih. Keliatan menghargai waktu banget dan ini penting buat RS karena sedetik pun sangat pengaruh ke nyawa orang kan ๐Ÿ™‚

4. Obat-obatan yang tepat dan terbaik
Buktinya aku berapa kali berobat disini tokcer langsung sembuh. Intinya kita dikasih obat yang kita butuhin bukannya dikasih obat-obatan yang ngga penting untuk dikonsumsi kayak berobat ke RS lain yang bawa segebong obat. Oia, hasil operasi SC nya juga bagus banget! Pain killernya pun sangat membantu ๐Ÿ™‚

5. Rincian biaya yang transparan
Pas mau keluar RS, kita dapet berlembar-lembar rincian biaya selama rawat inap dan disana super detilll dijabarin pengeluarannya berapa dan untuk apa aja. Even kayak sarung tangan pas operasi, jarum suntik, dll. Jadi bukan yang plek ketiplek tulis “paket persalinan SC XX juta” gitu. 

Menurut aku ya, Bethsaida ini bener-bener menghidupi tagline-nya banget “Hospital with Heart” โค

Jujur pengalaman pertama aku nginap di RS jadi berkesan banget. In a very good way. (Tapi bukan berarti jadi pingin nginep terus loh yaaa  ๐Ÿ˜‚)

To sum up, I’m a super satisfied patient. Thank you so much Bethsaida! 

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady

Krucil's Diary

Journey As A New Mom: Cerita MengASIhi Newborn & Update Lepas Plester Operasi Caesar

Aku tulis ini di usia ucil 25 hari. Jujur banyak banget kejadian selama hampir satu bulan ini. Mulai dari kurang tidur, anak kolik jadi rewel buanget, anak growth spurt jadi super capek ngadepinnya, sampe gemes geregetan sendiri sama ekspresi dan tingkah laku si anak bayi yang cepet banget tumbuh kembangnya setiap harinyaaa.

I have to admit bener-bener challenging banget ngurus anak itu yah. Salut sih jadinya sama orang yang punya banyak anak.

Dari sejak pulang RS sampai H+1 setelah pulang dari RS, aku terus nyusuin ucil tiap dia minta susu. It means tiap 2-3 jam sekali. Dan bener karena masalah tongue tie lip tie itu akhirnya putingku lecet. Dan itu bikin aku kesakitan banget sampe trauma tiap mau DBF. Satu sisi anak butuh makan. Satu sisi tiap dia mau nyusu aku parno duluan. Sampe nangis aku tuh sama keadaan ini ๐Ÿ˜ญ

Akhirnya aku mutusin buat pumping dan taruh ASIP ku di botol. Kebetulan aku pakai botol Tommy Tippee yang (katanya) bentuknya paling mirip puting payudara dan ngga akan bikin bingung puting.

Aku pumping bener-bener tiap 2 jam. Sampe subuh-subuh pun aku pasang alarm biar bangun bela-belain demi power pumping karena aku paham asi itu supply by demand dan ucil lapar terusss sementara stok asi ku belum banyak. Iya tau kok kalo misal lambung bayi masih kecil banget dan asi yang dibutuhin ga sebanyak itu. Tapi gimana ya, tiap abis disusuin pake botol dia kayak masih nyari gitu loh. Ujung-ujungnya nangis. Kayaknya karena masih lapar. Tapi itu aja udah stok pumping tiap 2 jam. Aku sama suami sampe catet-catetin semua ASIP yang dia minum dan bandingin sama kebutuhan harian dia supaya jangan sampai kurang dan kita ngga notice. Stress juga yah. Meskipun ya pelan-pelan hasil pumpingku emang naik sih. Tapi kan kebutuhan harian ucil juga makin naik jadi bener-bener aku usaha ngejar banget. 

Di pikiran aku salahku itu pas hari pertama kedua abis lahiran aku ngga langsung pumping. Aku malah start di hari keempat ucil lahir. Padahal kalo aku mulai dari hari pertama pasti kan stok asiku bisa lebih banyak. Anyway at that time aku udah bersyukur banget ketemu cara gimana supaya ucil bisa makan.

Btw targetku adalah anak cukup makanan jadi tiap pumping double pump langsung kurang lebih 15-20 menit per 2 jam aku tuang ke botol minum dan itu yang diminum anakku: ASIP fresh. Syukur-syukur kalo dapet lebihan yang bisa disimpen di freezer, tapi bener-bener ngga ngotot kesana karena emang tujuannya yang penting anak makan doang. Untuk ini aku ikutin prinsip yang udah banyak beredar di info-info lain tentang manajemen asip, kalo di suhu ruangan maksimal 4 jam. Kalo misal mau dijadiin stok bisa ditaruh ke chiller dulu baru setelah minimal 12 jam dipindah ke freezer. Info-info ini bisa dicari lebih lengkap ya di banyak sumber ๐Ÿ™‚

Sedihnya ketika puting aku udah baikan dari lecet dan mau dbf lagi, ucilnya udah ngga mau nyedot.

Kemungkinan besar aku akan terus jadi mama eping kalo ngga ada kejadian di tanggal 20 April. Jadi hari itu jadwal kita konsul ke DSA pertama kalinya untuk kontrol. Kita ke RS Bethsaida lagi. Aku terakhir pumping jam 6 pagi dan kita berangkat jam 7.15 pagi dari rumah. Di RS langsung cepet-cepet ketemu sama DSA dan beliau juga gerak cepat untuk kasih vaksin ucil dan infoin kita untuk insisi lebih baik di kliniknya daerah BSD supaya ngga makin lama ucil di RS. Sebenernya ditanya kapan mau appointmentnya, tapi karena kita mau beresin hari itu juga, jadilah kita janjian sama dokter di hari yang sama. Kebetulan emang dokternya mau ke klinik abis itu katanya. Selesai bayar-bayar kita langsung otw ke klinik. Setelah daftar kita milih nunggu di dalem mobil aja. Kalo dokter udah dateng baru nanti dipanggil masuk. Fyi, saat itu kondisinya si ucil udah tidur lagi abis nangis karena vaksin.

Karena tiba-tiba ada operasi, dokternya baru dateng sekitar 1 jam kemudian. Pas dokter dateng kita langsung naik ke ruangannya di lantai 2. Dokter gercep untuk siapin ucil diinsisi. Jujurnya kita kurang sreg sama dokter ini karena kurang komunikatif. Tiba-tiba dokter bilang kita masuk ke ruangan kecil di samping ruangannya tadi dan siapin payudara ibu karena abis diinsisi harus langsung disusuin. Selang berapa menit denger ucil nangis jerit kenceng banget terus dia dibawa suster sembari berdarah-darah ๐Ÿ˜ญ aduh sedih banget liatnya. Jangan tanya proses insisinya kayak apa karena intinya kita ga lihat. Yang terpikir sih pasti ikatan dibawah lidah ucil itu digunting karena lidahnya jadi bisa lebih naik ke atas. Abis itu aku langsung sigap kasih payudara aku ke Ucil. And the problem starts! Ucil gamau hisap PD aku karena dia udah bingung puting dan PD aku udah terlalu kerasss ๐Ÿ˜ข

Oh my itu rasanya sedih banget liat anak nangis dan yang bisa sembuhin adalah ASI kita tapi ASI kita ngga mau disedot dan lagi susah keluar karena uda lewat lama dari jam pumping! Salahku ragu-ragu banget pas mau pumping di mobil karena takut tiba-tiba dokter dateng dan gaada yang bisa bantu megangin ucil pas di mobil selama aku pumping.

Tapi Tuhan Yesus baik. Aku bawa hasil pumping aku yang jam 6 pagi tadi dan karena masih di bawah 4 jam masih layak banget untuk dikonsumsi! Aku udah siapin di botol minum dan langsung minumin ke dia. Puji Tuhan langsung redaan tangisnya. Tapi ga pernah liat dia nangis sekejer dan selama itu nangisnya. Huhu, sedih….

Lalu masalah lip tie tongue tie selesai, kita masuk lagi ke dalam ruangan dokter dan konsultasi beberapa hal yang udah kita siapin list pertanyaannya. Intinya aku sama suami fix mau cari dokter lain karena kita kurang sreg.. Padahal dari review-review pada bilang bagus banget dokter ini, tapi ya namanya dokter balik lagi cocok-cocokkan. Daripada ga nyaman mending cari lagi yang bisa bikin tenang, apalagi soal konsultasi anak kan. Tapi gimanapun bersyukur juga ketemu dokter ini karena dia lulusan Filipina dan tipe orangnya yang yakin banget gitu loh jadi insisi itu kayak udah hal yang super biasa buat dia. Ga pake ragu langsung action. 

Setelah kelar semua, karena PD aku masih keras banget buru-buru aku minta tolong suami gendong ucil dulu dan aku mompa 20 menitan. Langsung dapet banyak banget like sekitar 60an ml PD kiri dan 40ml PD kanan. Ga pernah sebanyak itu ya sebelumnya ahaha

Abis dari klinik, kita mutusin buat isi perut dulu. Karena lagi PSBB banyak tempat makan tutup juga jadi kita drive thru McD aja. Di mobil aku usaha dbf lagi. Tapi ucil tetep ngga mau ๐Ÿ˜ฆ Jadilah aku minta suami anter aku ke RS Bethsaida lagi buat ke konselor laktasi. Karena kalo kita paksain pulang langsung yang ada malah makin pusing. Anak nangis butuh makan. PD keras berlimpah ASI tapi ngga bisa disedot. Intinya ke konselor laktasi itu super duper right decision! Di RS Bethsaida ketemu Dokter Lia yang ramah, friendly, dan pastinya helpful. Singkat cerita nyusu loh Ucil di dua PD dengan bantuan dokter Lia. Lagi-lagi so much blessed sama dokter-dokter Bethsaida yang super kompeten ๐Ÿ™‚ Btw, sejak diinsisi emang jauh beda mendingan ya kalo dbf tuh ga sesakit yang awal-awal. Tapi tergantung posisi pelekatan juga ya, karena kadang kalo posisi ngga enak jadi ngecap anaknya itu bikin lecet juga. Tapi selecet-lecetnya sekarang, ngga bikin trauma kayak yang pertama kali itu, hehe.

Pulang dari RS sampe sekarang, ucil udah ngga pernah sentuhan lagi sama dot dan botol susu. Pure dbf ๐Ÿ™‚

Update Biaya RS:

  • Konsul dan vaksin polio + biaya admin di RS Bethsaida IDR 648.066
  • Konsul, tindakan insisi Lip Tie, Tongue Tie + biaya admin di Klinik IDR 1.478.000
  • Konsul dan admin Konselor laktasi di RS Bethsaida IDR 175.000

TOTAL BIAYA IDR 2.301.066

Sekarang PR -nya tinggal cari DSA baru nih buat Ucil bulan depan. See you on the next post!

Sekilas update tentang kontrol Mamaknya Ucil
Senin, 25 April 2020

Setelah terakhir ketemu Dokter Djoko 1 hari sebelum hari kepulangan dari RS, hari ini aku kontrol lagi ke dokter Djoko untuk lepas plester anti air.

Bener-bener sesuai namanya: lepas plester. Literally lepas plester banget dan super cepet. Itu cuma kayak lepas hansaplast terus ditaruhin gel dingin gitu dan selesai.

Ngga ada pantangan apa-apa lagi juga dari Dokter Djoko.

Untuk kaki bengkak katanya emang wajar nanti lama-lama juga hilang. Kira-kira H+12 bengkak di kakiku hilang total dan ukurannya balik ke normal secara bertahap ๐Ÿ™‚

Fyi, biaya kontrol-nya biasa ya yaitu IDR 200.000.

So that’s it officially our last meeting in his clinic as his patient. Bener-bener puas dari awal sampe akhir. Belakangan pas hamil makin gede sampe lahiran, I don’t know juga tapi berasanya Dokter Djoko much more relaxed gitu pas sesi konsultasi. Kalo kata suami sih karena beliau orangnya detail jadi worry sama kandungan aku pas awal-awal, apalagi soal berat badan kan, makanya diingetin terus biar ngga over. Sekalian kemarin juga pamitan sama 2 suster di klinik yang selalu bantuin aku. Ah senang!! Aku rekomen banget ya Dokter Djoko Kirana dan Klinik Kirana โค

Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady