Senin, 19 April 2020
12 months old
BB: 10kg (sempet sakit diare turun ke 9,8kg udah naik 200gr)
TB: 70.5cm (naik 0.2cm)
Highlights:
- udah bisa keliling rumah mix jalan + merangkak
- jalan udah banyak langkah
- bisa jalan sambil bawa barang
- bisa berdiri terus nunduk ambil barang lalu berdiri lagi dan jalan lagi
- suka niru yang dilakukan, misalnya ngelap2 barang
- meniru kata yang sering diucapkan, terutama kalau mau mendapatkan sesuatu, misal nenen, mamam.
- makan sendiri meski masih berantakan
- suka lambai2 tangan
- senyum-senyum dan ajak main, even sama orang baru kenal
- mulai keliatan emosinya kalo suka atau gasuka sama sesuatu
- ingat posisi barang
- masih lumayan clingy, tapi bisa ditinggal 2 jam sama papa kalo mama butuh treatment (yeaay!)
- lagi mau tumgi ke 7 dan 8
- lumayan GTM hampir 2 minggu, cuma masuk beberapa suap per sesi makan padahal udah coba berbagai macam menu, suhu, dan tekstur. At the end membaik dengan nungguin anak laper sendiri (langsung lahap) dan biarin dia makan pake tangan (self feeding). Meski ga seberapa yang masuk, tapi anak happy 😁 Disamping itu emang udah mulai pilih-pilih makanan berdasarkan mood juga anaknya, jadi emang harus sabar-sabarin aja
Schedule (the latest)
08.30 bangun
09.00 breakfast
11.00 ASI
14.00 lunch
16.00 ASI lalu tidur
18.00 dinner
19.30 snack ringan
22.00 ASI dan tidur sleep through the night
Vaksin cacar tanggal 16 April kemarin. Masuk ke ruang dokter anakku udah jalan sendiri, tapi begitu liat si dokter langsung berhenti ngelangkah. Kata dokter tandanya udah ngenalin ruangannya 🙂 Which is tempat dia harus disuntik yang bikin sakit, hahaha. As usual nangisnya sebentar aja sih. Sisanya ngeliatin dokternya intens, wkwkwk
Puji Tuhan tumbuh kembang anak aku baik dari hasil pengecekan tabel Denver juga. Dan karena anakku udah 1 tahun, ada beberapa hal yang aku tanyain ke DSA:
- Apa MPASI nya udah bisa disamakan dengan orang dewasa? Soal tekstur, anakku udah makan nasi juga soalnya. Kata Dokter ini bisa disamakan, cuma diperhatikan aja tentang asupan penyedap rasanya supaya anak ga jadi picky eater. Kalo udah ketemu yang enak, pasti gamau dong kalo dikasih yang ga enak? Jadi pertajam rasa pun harus bertahap.
- Apa sabun cuci piring dan deterjennya masih harus dibedakan? Kalo kata DSA ku udah bisa digabung asalkan tidak ada alergi apapun
- Stimulasi yang harus dilakukan? Mengenalkan kata satu persatu agar dia memahami arti kata tersebut. Misal nunjuk kucing dan bilang “kucing.” Lakukan terus berulang kali. Nanti sekali-kali dicobatanyakan ke anak “kucingnya mana?” Kalo dia nunjuk berarti dia paham
- Apa ada masalah atau efek sampingnya kalau karbo yang masuk ke tubuh anak seringnya pasta/ mie/ kentang (bukan nasi)? Jawabannya: ngga ada masalah kalo karbonya bukan nasi
- Usia berapa harus masuk sekolah offline? Atau daycare gt? Karena kan anak butuh interaksi sosial dengan sesamanya. Tapi karena masih ada virus covid-19 harus bagaimana? Kata dokter sebaiknya usia 2-3 tahun sudah masuk ke playgroup untuk lihat interaksi sosial anak, apakah dia bisa adaptasi dengan lingkungan baru, berani bicara, gimana pas berhadapan dengan teman sebaya, dll. Karena pasien dokter pernah ada yang fine-fine aja di rumah tapi begitu di sekolah baru ketahuan ada social interaction disorder. Utk sekarang lebih baik tetap prokes dulu dan minim interaksi gapapa. Semoga aja pas anak 2 tahun covidnya sudah hilang dan bisa sekolah normal lagi
- Karena full DBF, seringkali anak aku ngempeng pas sebelum tidur. Jadi anakku mengidentifikasikan tidur harus ngempeng dan ga bisa self soothing. Makanya aku konsul ke DSA untuk tanya harus gimana. Jawaban dokternya mau gamau harus dikurangi secara bertahap karena itu kan kebiasaan. Kalo soal menyapih, mungkin akan aku mulai usia 18 bulan. Tapi worry-nya kalau nanti anak langsung sukses disapih dan jadi gamaunASI lagi sayang banget kan 😦 Oya dan nanti kalau udah disapih bisa ganti UHT / sufor dengan disertai vitamin dan zat besi
Total IDR 1.344.000 (include beli vitamin)
Keep in touch with #CynSharing!
Follow my Instagram account @CynthiaKwesnady


